Dukung Kemandirian Prajurit, Fakultas Peternakan UGM Selenggarakan Diskusi bersama TNI AD dan FORHANNAS

Sebagai upaya mendukung ketahanan nasional dan mendorong semangat sociopreneurship di kalangan prajurit, Forum Ketahanan dan Pembangunan Nasional (FORHANNAS), Pusat Teritorial Angkatan Darat (PUSTERAD) TNI, dan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dengan bangga mempersembahkan gagasan inovatifnya tentang pengembangan peternakan domba sebagai bagian dari kerangka kerja strategis. Gagasan ini disampaikan dalam acara Focus Group Discussion dan Bedah Buku: “Transformasi Kemandirian Prajurit: Penguatan Jiwa Sociopreneurship Melalui Budidaya Domba Guna Kesejahteraan Rakyat Dalam Rangka Ketahanan Nasional”, pada Sabtu (27/01).

Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemandirian, TNI Angkatan Darat memandang potensi sektor pertanian, khususnya peternakan domba, sebagai upaya untuk memberdayakan prajurit dan memajukan ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Dengan dedikasi yang tinggi untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat, TNI Angkatan Darat memulai langkah transformasi menuju kemandirian prajurit dan kemakmuran masyarakat,” kata Brigadir Jenderal TNI Anan Nurakhman, S.I.P, Kapoksahli PUSTERAD TNI. “Melalui integrasi strategis peternakan domba, kami bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial di antara prajurit kami sekaligus berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan ketahanan bangsa Indonesia.”

Melalui sebuah buku karya, Brigjen Anan Nurakhman, ia merekomendasikan salah satu usaha kemandirian ekonomi prajurit. Kegiatan ini dinilai bukan sebagai kegiatan bisnis untuk kepentingan pribadi atau perorangan, sebab hal itu dilarang menurut Pasal 39 UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Karena itu ia cenderung menggunakan istilah “sociopreneurship”(kewirausahaan sosial) yang membedakannya dengan kegiatan bisnis yang profit oriented dan kapitalistik. Kewirausahaan sosial, sesuai namanya, merupakan usaha yang bertujuan sosial, mengandung misi sosial. Dalam hal ini misi untuk penguatan kehidupan prajurit bersama rakyat.

Fakultas Peternakan UGM bersama FORHANNAS mendukung inisiatif dari TNI AD sebagai upaya untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan, mobilisasi sumber daya, dan akses pasar, serta membina kemitraan yang saling menguntungkan untuk pembangunan berkelanjutan. Sebagai institusi terkemuka, Fakultas Peternakan UGM telah mengembangkan inovasi-inovasi pada bidang peternakan yang bertujuan untuk meningkatkan produksi protein hewani di Indonesia. “Kami sangat merasa berbahagia, TNI bisa juga ikut meningkatkan promosi protein-protein hewani, daging, susu, dan telur, saya kira sangat mendukung dalam rangka mengeliminir prevalensi stunting”, ungkap Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.

Dengan memberdayakan prajurit untuk menjadi wirausahawan mandiri dan agen pembawa perubahan yang positif, FORHANNAS percaya bahwa kegiatan sociopreneurship untuk prajurit dapat menciptakan manfaat sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat, termasuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, ketahanan pangan, dan pembangunan pedesaan, sehingga memperkuat jalinan ketahanan nasional dan ikatan sosial.

Pengenalan program peternakan domba untuk para prajurit TNI AD ini menunjukkan komitmen kuat Fakultas Peternakan UGM dalam rangka diseminasi ilmu pengetahuan kepada berbagai kalangan masyarakat dengan menjunjung prinsip-prinsip persatuan, ketahanan, dan pengabdian kepada bangsa. Dalam kesempatan ini, ditandatangani juga Nota Kesepahaman Bersama antara Fakultas Peternakan UGM, FORHANNAS, dan Pusat Teritorial Angkatan Darat – TNI. (Kerja Sama/Rima)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.