Fakultas Peternakan UGM Gelar Edukasi Psychological First Aid untuk Tingkatkan Kepedulian Psikologis Sivitas

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar sesi edukasi bertajuk Psychological First Aid (PFA) bersama psikolog Ratih Ratnasari, M.Psi., di Auditorium drh. R. Soepardjo, Jumat (3/7). Kegiatan ini menjadi upaya fakultas dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus sekaligus mengajak sivitas akademika untuk lebih peka dan hadir bagi orang-orang yang tengah mengalami tekanan emosional maupun psikologis.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kedua dalam program Health Promoting University (HPU) Fapet UGM setelah sebelumnya dilaksanakan kegiatan penimbangan sampah berbasis Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sivitas terhadap isu kesehatan dan lingkungan. Kepala Kantor Administrasi Fapet UGM, Nurma Diani Sekarsih, S.Pd., MBA., menyampaikan bahwa masih akan ada empat rangkaian kegiatan lanjutan dalam seri HPU ke depan.

Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fapet, Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., Asean Eng, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental selain kesehatan fisik. Menurutnya, tekanan akademik, tugas perkuliahan, hingga derasnya arus informasi di media sosial dapat berdampak pada kondisi psikologis seseorang.

“Kita tidak hanya perlu sehat secara fisik, tetapi juga sehat mental dan psikis. Saat seseorang mengalami gangguan psikologis, perlu ada penanganan pertama agar kondisinya tidak semakin berat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa stres dalam skala kecil sekalipun tetap perlu diperhatikan dan dicari jalan keluarnya agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Selain itu, sivitas akademika juga diharapkan mampu menerima perbedaan dan membangun relasi sosial yang sehat di lingkungan kampus.

Andriyani juga menjelaskan bahwa Fapet UGM terus berupaya menyediakan dukungan kesehatan bagi sivitas akademika. Jika layanan kesehatan fisik dapat diakses melalui GMC, maka untuk kesehatan mental fakultas juga menyediakan layanan konselor tetap setiap hari Senin.

Seementara itu, dalam paparannya Ratih menjelaskan bahwa Psychological First Aid merupakan bantuan awal bagi seseorang yang sedang mengalami distress psikologis, dengan tujuan membantu individu merasa lebih tenang, didengar, dipahami, dan terhubung dengan dukungan lanjutan. PFA bukan terapi, bukan konseling mendalam, maupun diagnosis psikologis, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja dan tidak terbatas hanya oleh psikolog profesional.

“Banyak kondisi dapat memicu seseorang mengalami tekanan emosional, mulai dari stres akademik, persoalan pekerjaan, relasi sosial, kehilangan, burnout, hingga kecemasan berlebihan. Tanda-tandanya dapat berupa sulit fokus, menangis, menarik diri, gelisah, hingga berbicara negatif tentang diri sendiri,”papar Ratih yang juga praktik di RSK Puri Nirmala itu.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan pada prinsip dasar PFA melalui pendekatan Look, Listen, Link. Pendekatan ini meliputi kemampuan mengamati kondisi seseorang, mendengarkan dengan empati tanpa menghakimi, serta membantu menghubungkan individu dengan dukungan yang diperlukan.

Ratih menekankan pentingnya active listening atau mendengarkan secara penuh tanpa distraksi, termasuk tidak sibuk dengan telepon genggam saat seseorang sedang bercerita. Selain itu, validasi emosi juga menjadi bagian penting agar seseorang merasa diterima dan tidak sendirian menghadapi masalahnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru memberi solusi, menghakimi, membandingkan masalah, atau memaksa seseorang untuk bercerita karena hal tersebut justru dapat memperburuk kondisi psikologis seseorang.

Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya sivitas akademika di Fapet dapat membangun budaya saling mendukung dan lebih peduli terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus. “Dalam banyak situasi, orang tidak butuh jawaban. Mereka butuh ditemani saat mereka merasa sendirian,” demikian salah satu pesan reflektif yang disampaikan dalam sesi tersebut.

Penulis: Satria

Foto: Margiyono

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses