Fapet UGM Laksanakan Audit Mutu Internal Program Profesi Insinyur Peternakan

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Peternakan pada Jumat (16/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan fakultas dalam mengevaluasi, memperbaiki, dan mengembangkan mutu penyelenggaraan pendidikan profesi, sekaligus memastikan program studi mampu merespons perkembangan industri peternakan dan kebutuhan kompetensi insinyur di masa depan.

Audit menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., dan Dr. Ir. Rizki Arisandi, S.Hut. Pelaksanaan AMI diarahkan untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta peluang peningkatan mutu program studi, khususnya dalam pengembangan kurikulum dan penguatan luaran proses pembelajaran.

Dekan Fapet UGM, Prof. Bambang Suwignyo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur merupakan implementasi amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu dari 40 perguruan tinggi yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan profesi tersebut.

Sebagai bagian dari komitmen itu, Fapet UGM menghadirkan Program Studi Program Profesi Insinyur Peternakan yang menjadi satu-satunya program pendidikan profesi insinyur dengan bidang keahlian peternakan di Indonesia. Program ini telah memperoleh akreditasi BAN-PT sejak 2017.

Melalui program tersebut, Fapet UGM berkomitmen menghasilkan insinyur peternakan yang profesional, berintegritas, serta memiliki kompetensi teknis dan kemampuan pemecahan masalah untuk mendukung kemajuan sektor peternakan nasional.

AMI sebagai Instrumen Perbaikan dan Pengembangan Program Studi

Audit Mutu Internal tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan evaluasi terhadap pemenuhan standar mutu, tetapi juga sebagai momentum bagi program studi untuk melakukan refleksi, berbenah, dan merumuskan langkah pengembangan secara berkelanjutan. Hasil audit diharapkan menjadi dasar dalam menetapkan prioritas perbaikan yang lebih terarah, terukur, dan relevan dengan dinamika pendidikan profesi serta kebutuhan dunia kerja.

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah optimalisasi keterlibatan stakeholder dalam pengembangan program studi. Keterlibatan dunia usaha dan dunia industri, asosiasi profesi, alumni, pengguna lulusan, serta pemangku kepentingan lainnya perlu diperkuat agar pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran senantiasa selaras dengan perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, dan tantangan sektor peternakan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat relevansi pembelajaran, memperkaya pengalaman profesional mahasiswa, serta memastikan kompetensi yang dikembangkan selama pendidikan benar-benar dibutuhkan di dunia kerja. Dengan demikian, program studi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar akademik, tetapi juga mampu membekali calon insinyur dengan kemampuan profesional, adaptif, inovatif, dan berintegritas.

Evaluasi Kurikulum dan Luaran Pembelajaran

Dalam pelaksanaan AMI kali ini, audit berfokus pada dua lingkup utama, yaitu kurikulum dan luaran proses pembelajaran. Kedua aspek tersebut menjadi elemen penting untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan profesi mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan standar keinsinyuran dan kebutuhan industri peternakan yang terus berkembang.

Proses audit dilaksanakan melalui diskusi bersama pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk merangkum temuan, mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan, dan merumuskan rekomendasi perbaikan. Melalui proses tersebut, berbagai perspektif dari unsur internal program studi dapat dihimpun untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai penyelenggaraan pendidikan. Hasilnya diharapkan dapat menjadi pijakan dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mendorong tindak lanjut perbaikan yang konsisten.

Pada akhirnya, AMI menjadi bagian penting dari komitmen Fapet UGM dalam membangun pendidikan profesi insinyur peternakan yang adaptif terhadap perubahan. Dengan pengembangan kurikulum yang relevan, proses pembelajaran yang berkualitas, serta keterlibatan stakeholder yang semakin optimal, PSPPI Peternakan diharapkan mampu melahirkan lulusan unggul yang siap menjawab kebutuhan industri dan berkontribusi nyata terhadap transformasi sektor peternakan Indonesia.

 

Penulis: Satria-Muhsin

Foto: Nurma

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses