Tim Fapet UGM Kembangkan MOOC “Eco-Farming: Sinergi Peternakan Ayam Kampung Petelur Unggul dan Maggot BSF”  

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran digital melalui Program Bantuan Pengembangan Modul Kredensial Mikro Berbasis Keahlian Tahun 2026. Tim yang diketuai oleh Ikhwan Hadianto, S.Pt., M.Sc., bersama Muhammad Rio Rafif, S.Pt., dari Fapet UGM dan Slamet Widodo, S.Pt., M.Sc., dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berhasil lolos pendanaan untuk mengembangkan Massive Open Online Course (MOOC) berjudul “Eco-Farming: Sinergi Peternakan Ayam Kampung Petelur Unggul dan Maggot BSF”.

Modul kredensial mikro ini dikembangkan sebagai solusi terhadap tantangan peternakan rakyat, khususnya tingginya biaya pakan dan pengelolaan limbah organik. Konsep yang diusung mengintegrasikan budi daya ayam kampung petelur unggul dengan teknologi biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) dalam suatu sistem ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi BSF mampu mereduksi limbah organik secara signifikan sekaligus menghasilkan sumber protein alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak.

Modul ini memanfaatkan platform UGM Online untuk menjangkau peternak, pelaku UMKM, mahasiswa, praktisi peternakan, hingga masyarakat umum yang tertarik pada pengembangan pertanian dan peternakan berkelanjutan. Peserta diharapkan mampu memahami konsep dasar eco-farming, mengelola sistem peternakan ayam petelur yang terintegrasi dengan maggot BSF, serta menerapkan prinsip zero waste dalam usaha peternakan.

Materi pembelajaran disusun secara komprehensif dalam tujuh submodul, yaitu Konsep Eco-Farming dan Ekonomi Sirkular, Arsitektur Kandang Terintegrasi, Manajemen Pakan Berbasis Maggot, Teknologi Biokonversi dan Zero Waste, Manajemen Kesehatan dan Biosekuriti, Manajemen Produksi dan Pascapanen, serta Analisis Kelayakan Bisnis Sirkular. Setiap submodul dilengkapi dengan video pembelajaran, bahan bacaan, serta kuis evaluasi yang disesuaikan dengan standar pembelajaran daring UGM.

Proses produksi video pembelajaran dilakukan secara mandiri dengan mengambil lokasi di farm milik pribadi dan lingkungan Fapet UGM. Pendekatan pembelajaran yang digunakan memadukan metode talking head, narasi, dan demonstrasi praktik untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan mudah dipahami peserta.

Ketua tim, Ikhwan Hadianto, S.Pt., M.Sc., menyampaikan bahwa pengembangan MOOC ini diharapkan dapat menjadi media diseminasi teknologi tepat guna yang mendukung kemandirian pakan, pengelolaan limbah, serta peningkatan produktivitas peternakan rakyat.

“Modul ini juga diharapkan mampu memperkuat peran UGM dalam mendukung pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) dan akselerasi transformasi digital di sektor pertanian dan peternakan berkelanjutan,”katanya, Kamis (2/7).

Kehadiran MOOC “Eco-Farming: Sinergi Peternakan Ayam Kampung Petelur Unggul dan Maggot BSF” mempertegas komitmen Fapet UGM dalam menghasilkan inovasi pembelajaran yang berbasis sains, aplikatif, serta memberikan dampak nyata bagi pengembangan peternakan dan ketahanan pangan nasional.

 

Sumber: Tim Fapet UGM

Editor: Satria

 

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses