Tim SMART-MEAT dari Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses mengukir prestasi gemilang melalui gagasan futuristik mereka dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Tim kolaborasi lintas fakultas ini berhasil meraih Juara 1 LKTI dan Juara 3 Poster pada ajang SEMARAC Dies Natalis ke-3 Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Melalui pendekatan Studi Literatur Review (SLR), tim yang terdiri dari dua mahasiswa Fakultas Peternakan (Siti Anisah dan Feni Indah Nugrahaeni Christianto) dan satu mahasiswa Sekolah Vokasi Prodi Pengembangan Produk Agroindustri (Setyo Nurcahyani) berkolaborasi untuk merumuskan solusi atas permasalahan keamanan pangan di Indonesia. Di bawah bimbingan Dr. Fahrizal Yusuf Affandi, S.T.P, M.Sc., mereka mempresentasikan karya bertajuk “Desain Active-Intelligent Packaging Bioplastik Berbasis Kulit Buah Duwet (Syzygium cumini) dengan Penambahan Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Monitor Kualitas Daging Sapi.”
Inovasi ini lahir dari analisis mendalam terhadap kerentanan daging sapi sebagai sumber gizi tinggi yang menjawab tantangan keamanan pangan melalui telaah ilmiah. Kandungan protein dan zat besi yang melimpah menjadikan daging media yang sangat ideal bagi mikroorganisme. Berdasarkan kajian tim, fenomena peredaran daging tak layak konsumsi dengan harga murah masih menjadi ancaman bagi kesehatan konsumen (seperti risiko tifoid dan keracunan).
“Kami melihat ada celah besar antara ketersediaan daging sapi di pasar dan kemampuan masyarakat dalam memonitor kesegaran daging secara praktis. Melalui tinjauan berbagai literatur teknologi pangan terkini, kami mengintegrasikan konsep active dan intelligent packaging sebagai solusinya,” ujar salah satu anggota tim, Feni, Jumat (22/5).
Berdasarkan data literatur yang dihimpun, tim SMART-MEAT memformulasikan desain kemasan dua fungsi dengan Bacterial Cellulose nata de coco sebagai struktur utama pembentuk bioplastik serta penambahan kitosan, serai, dan ekstrak kulit duwet. Fungsi pertama sebagai proteksi aktif dengan memanfaatkan matriks kitosan yang dikombinasikan dengan minyak atsiri ekstrak serai. Tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa kombinasi ini sangat efektif sebagai antibakteri dan antioksidan untuk memperpanjang masa simpan daging secara optimal. Fungsi kedua sebagai indikator cerdas dengan memanfaatkan antosianin dari kulit buah duwet menjadi sensor warna alami. Secara teoretis, antosianin pada media nata de coco akan merespons perubahan pH akibat degradasi protein (deteksi kadar TVB-N). Konsumen cukup melihat perubahan warna pada kemasan untuk mengetahui kesegaran daging tanpa harus membukanya.
Keberhasilan ini terasa kian emosional bagi tim. Pasalnya, dua anggota tim dari Fakultas Peternakan harus melakoni sesi presentasi di hadapan dewan juri hanya dua hari sebelum prosesi wisuda mereka di UGM. Semangat ini membuktikan dedikasi akademik yang luar biasa hingga akhir masa studi.
Gagasan yang disusun tim SMART-MEAT ini dinilai sangat relevan dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya poin Zero Hunger serta Good Health and Well-being, melalui jaminan keamanan pangan yang berbasis bahan alami dan ramah lingkungan.
Kemenangan ini menempatkan UGM sebagai yang terbaik di antara 9 tim finalis dari berbagai universitas nasional lainnya, sekaligus menjadi kado kelulusan yang membanggakan bagi para anggota tim.

Sumber: SMART-MEAT UGM