Wisudawan Doktor Termuda UGM, Yesita Vera Buktikan Semangat dan Ketekunan Mengantarkan Mimpi Menjadi Nyata

Di usia 27 tahun 10 bulan, Dr. Yesita Vera Saraswati, S.Pt., dinobatkan sebagai wisudawan termuda Program Doktor pada Wisuda Pascasarjana UGM Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (22/7). Lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,99, Yesita memaknai gelar doktor bukan sebagai garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai pendidik dan peneliti.

Perjalanan akademiknya bukan diraih secara instan. Sejak masih menempuh pendidikan sarjana, Yesita telah menyusun rencana karier jangka panjang untuk menjadi dosen dan peneliti. Kesempatan mengikuti Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) menjadi jalan yang mengantarkannya mewujudkan cita-cita tersebut.

Di balik prestasi itu, tersimpan perjuangan panjang. Penelitiannya tentang karakteristik genetik ayam lokal dan hasil persilangannya menuntut kesabaran selama hampir empat tahun. Bersama tim, ia harus mengikuti siklus hidup ayam hingga generasi F2, memastikan proses pemeliharaan berjalan optimal, sekaligus menghadapi keterbatasan pendanaan. Tantangan semakin berat ketika salah satu kandang penelitian rusak diterjang angin puting beliung sehingga penelitian harus ditata ulang. Namun, berbagai hambatan tersebut justru membentuk ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan semangat kerja sama yang menjadi bekal penting dalam menyelesaikan studinya.

Menurut Yesita, kunci menyelesaikan studi doktor tepat waktu adalah perencanaan yang matang, disiplin menjalankan target, serta kesiapan menyesuaikan strategi ketika menghadapi kendala. Baginya, konsistensi dan komunikasi yang baik dengan tim pembimbing menjadi fondasi utama untuk terus melangkah hingga meraih gelar doktor.

Melalui disertasinya berjudul “Studi Karakteristik Eksterior dan Genetik Ayam Lokal dan Persilangannya”, Yesita berhasil menunjukkan potensi pengembangan ayam lokal hasil persilangan yang lebih produktif sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan daya saing peternakan rakyat. Ia berharap hasil riset tersebut tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pengembangan bibit unggul dan kolaborasi berbagai pihak. Penelitiannya tersebut dilakukan di bawah bimbingan promotor Prof. Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. dan ko-promotor Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P. serta drh. Bambang Ariyadi, M.P., Ph.D.

Bagi Yesita, pengalaman selama menempuh studi doktor tidak hanya ditempa di laboratorium. Ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan seni seperti karawitan, angklung, dan paduan suara, hingga dipercaya menjadi master of ceremony di berbagai acara universitas. Kesempatan mengikuti seminar dan kolaborasi internasional di Malaysia, Thailand, dan Belanda turut memperluas wawasan serta mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinannya.

“Saya melihat Program Doktor Fakultas Peternakan UGM memiliki banyak keunggulan, terutama dari kualitas dosen pembimbing yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak penelitian yang kuat. Selain itu, suasana akademiknya juga sangat kondusif karena mahasiswa didorong untuk berdiskusi, berpikir kritis, dan terus mengembangkan kapasitas sebagai peneliti,”kata Yesita, Rabu (29/7).

Kisah Yesita menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di dunia akademik. Dengan mimpi yang direncanakan sejak dini, kerja keras, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan, ia berhasil membuktikan bahwa ketekunan mampu mengubah cita-cita menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.

 

Penulis: Satria

Foto: Istimewa-Yesita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses