Fakultas Peternakan (Fapet) UGM kembali memperkuat hilirisasi inovasi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat berbasis riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat bersama kolaborator internasional tahun 2026. Program yang berlangsung April–Juni 2026 ini didanai LPDP di bawah Program EQUITY WCU.
Bersama Dr. Joseph Dela Cruz dari University of the Philippines Los Baños, tim UGM melaksanakan transfer teknologi kepada BUMDes Putro Manggolo, Desa Kadilanggon, Klaten. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi pangan berkualitas sekaligus memperkuat kelembagaan ekonomi desa.
Program yang dipimpin Dr. Ir. Muhsin Al Anas, S.Pt., IPP ini berfokus pada pengembangan pakan ayam petelur bebas sangkar (cage-free) kaya omega-3 melalui pendampingan produksi pakan, penerapan standar mutu, serta implementasi hasil riset laboratorium di tingkat masyarakat. Hasilnya diharapkan mampu menghasilkan telur omega-3 dengan kualitas lebih baik dan daya saing tinggi.
Tim UGM mentransfer teknologi terkait formulasi pakan berbasis bahan baku lokal, sistem quality control dan quality assurance, serta manajemen pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar yang terintegrasi, mulai dari pemberian pakan, biosekuriti kandang, hingga pemasaran telur omega-3.
Menurut Muhsin Al Anas, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendampingan berkelanjutan dan penguatan kapasitas usaha masyarakat desa.
Kolaborasi internasional ini juga memperkaya penerapan standar produksi, keamanan pangan, kesehatan ternak, dan pengembangan usaha berbasis komunitas. Selama kegiatan, peserta BUMDes memperoleh pendampingan dalam manajemen pakan, biosekuriti kandang, serta strategi pemasaran telur omega-3 premium.
Selain meningkatkan kualitas produk pangan, program ini diarahkan untuk memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa melalui penguatan SDM, sistem usaha, dan penerapan teknologi produksi modern yang berkelanjutan.
Program ini juga melibatkan mahasiswa UGM dan UPLB sebagai bagian dari experiential learning agar terjadi transfer pengetahuan kepada generasi muda sebagai agen inovasi masa depan. Ke depan, UGM bersama mitra internasional akan terus melakukan pendampingan agar model pengembangan ekonomi desa berbasis inovasi ini dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Sumber: Muhsin
Editor: Satria