Abdul Rahman Ollong, mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), mengembangkan nanoemulsi minyak buah merah (Pandanus conoideus Lam.) sebagai aditif pakan untuk mendukung performa dan kesehatan ayam broiler. Penelitian tersebut dituangkan dalam disertasi berjudul “Efikasi Nanoemulsi Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) sebagai Aditif Pakan dan Pengaruhnya terhadap Kinerja, Histomorfologi Saluran Pencernaan serta Profil Darah Ayam Broiler.” Abdul Rahman mempertahankan disertasinya pada 22 September 2026.
Penelitian Abdul Rahman di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., ASEAN Eng. (promotor), drh. Bambang Ariyadi, MP., Ph.D. (kopromotor), dan Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. (kopromotor).
Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, meliputi pengembangan formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS), pengujian aktivitas biologis secara in vitro, serta pengujian pada 240 ayam broiler selama 35 hari.
Hasil penelitian menunjukkan formulasi optimum terdiri atas 10 persen minyak buah merah, 80 persen Tween 80, dan 10 persen PEG 400. Formulasi tersebut menghasilkan nanoemulsi berukuran partikel 14,97 nanometer dengan stabilitas fisik yang baik.
Pengujian in vitro menunjukkan nanoemulsi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC₅₀ sebesar 109,71 ppm serta aktivitas antimikroba terhadap Salmonella typhimurium dan Escherichia coli. Di sisi lain, pertumbuhan Lactobacillus acidophilus tetap terdeteksi pada konsentrasi yang diuji.
Pada pengujian in vivo, suplementasi nanoemulsi minyak buah merah menunjukkan respons pada sejumlah parameter produksi ayam broiler. Penelitian juga menemukan perubahan pada histomorfologi usus, antara lain peningkatan tinggi dan lebar vili pada duodenum, jejunum, dan ileum. Sementara itu, sebagian besar parameter profil darah tetap berada dalam kisaran fisiologis normal.
Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan bahwa pemberian nanoemulsi minyak buah merah pada kondisi penelitian mampu mempertahankan kinerja produksi, kualitas karkas, kondisi organ internal, serta status kesehatan ayam broiler tanpa menunjukkan gangguan fisiologis yang nyata pada sebagian besar parameter yang diamati.
Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah awal bagi pengembangan minyak buah merah berbasis teknologi nano sebagai bahan aditif pakan alami. Peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan melalui pengujian skala komersial, kajian bioavailabilitas, mekanisme kerja pada tingkat molekuler, serta analisis ekonomi untuk mengetahui kelayakannya sebagai aditif pakan pada industri perunggasan.
Penulis: Satria
Foto: Tim Pascasarjana