Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kawasan Transmigrasi (KT) Muting menggelar pelatihan budi daya dan kesehatan sapi bagi peternak setempat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan peternak dalam menangani penyakit ternak, mengenali tanaman pakan, serta memenuhi kebutuhan nutrisi sapi melalui praktik pembuatan mineral blok.
Pelatihan dilaksanakan untuk merespons sejumlah persoalan yang dihadapi peternak di Muting. Selama ini, pemeliharaan sapi masih didominasi sistem individu dan semi-intensif sehingga pengelolaan ternak, mulai dari pemberian pakan hingga penanganan penyakit, banyak bergantung pada pengetahuan dan pengalaman masing-masing peternak.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Peternakan Muting, Anselmus Kuruwop, menyampaikan materi tentang budi daya dan kesehatan sapi. Materi meliputi pengenalan gejala penyakit yang umum ditemukan, khususnya kembung dan cacingan, serta langkah penanganan awal yang dapat dilakukan peternak.
Selain persoalan penyakit, pemenuhan kebutuhan nutrisi dan mineral juga menjadi perhatian. Di lapangan, ditemukan sapi yang mengalami kelumpuhan serta menunjukkan perilaku memakan benda yang bukan merupakan pakan, seperti ember plastik dan tali tambang. Perilaku tersebut dapat menjadi indikasi adanya gangguan pemenuhan nutrisi atau mineral sehingga perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan ternak.
Materi berikutnya disampaikan oleh Fariz Jordan Fadillah, S.Pt., M.Sc., anggota TEP 1 UGM sekaligus alumnus Fakultas Peternakan UGM. Ia memperkenalkan berbagai tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak serta pentingnya menyesuaikan pemberian pakan dengan kebutuhan sapi. Pemanfaatan tanaman pakan yang tersedia di sekitar lingkungan peternakan juga dapat menjadi alternatif untuk mendukung ketersediaan pakan secara berkelanjutan.
Peserta selanjutnya mengikuti praktik pembuatan mineral blok sebagai sumber mineral tambahan bagi ternak. Praktik ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan kualitas dan kandungan nutrisi pakan, tidak hanya jumlahnya, untuk mendukung kesehatan dan kondisi tubuh sapi. Mineral blok yang selesai dibuat kemudian dibagikan kepada peserta agar dapat dimanfaatkan pada ternak yang dipelihara.
Pelatihan juga menjadi ruang diskusi antara peternak dan narasumber mengenai permasalahan yang dijumpai dalam pemeliharaan sapi sehari-hari. Peternak dapat menyampaikan kondisi ternaknya untuk memperoleh penjelasan mengenai kemungkinan penyebab dan langkah penanganan yang sesuai. Pada akhir kegiatan, Anselmus Kuruwop turut memberikan obat kepada peserta sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan ternak.

Sumber: TEP 1 UGM
Editor: Satria