Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-57 Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Fakultas Peternakan UGM menyelenggarakan kegiatan bakti sosial di Dusun Kemiri, Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, pada Kamis (22/10). Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Budi daya Ayam Kampung untuk Menunjang Ketahanan Pangan Keluarga”, kegiatan ini memadukan aksi sosial dengan edukasi peternakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan potensi peternakan rumah tangga.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Lurah Desa Kemiri, Payadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian Fapet UGM dan DWP terhadap masyarakat Dusun Kemiri. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budidaya ayam kampung.
Menurutnya, pemeliharaan ayam kampung telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Dusun Kemiri. Mayoritas rumah tangga memiliki ayam kampung sebagai ternak peliharaan, meskipun sebagian besar masih dikelola secara tradisional dan sebagai kegiatan sampingan. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai teknik budi daya dan pengendalian penyakit diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas serta mengurangi risiko kerugian akibat kematian ternak.
Sementara itu, Ketua DWP Fapet UGM, Ety Herani, S.ST., M.Biomed., menekankan bahwa kegiatan bakti sosial ini tidak hanya bertujuan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana berbagi ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran para pakar dari Fapet UGM memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pemeliharaan ternak. Melalui interaksi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh solusi praktis yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peternakan rumah tangga.

Kenali Jenis Ayam Kampung dan Kebutuhan Pakan Sesuai Usia
Dalam sesi penyuluhan pertama, Dr. Ir. Aji Praba Baskara, S.Pt., IPP., dosen Fapet UGM, menyampaikan materi mengenai budi daya ayam kampung untuk menunjang ketahanan pangan keluarga.
Dalam pemaparannya, Aji mengajak masyarakat untuk mengenali berbagai jenis ayam kampung beserta karakteristiknya sebagai langkah awal dalam menentukan pola pemeliharaan yang tepat. Pengenalan jenis ayam menjadi penting karena setiap jenis memiliki karakteristik dan potensi produksi yang berbeda.
Selain mengenali jenis ayam, ia juga menekankan pentingnya manajemen pemeliharaan, khususnya pemberian pakan yang disesuaikan dengan usia dan fase pertumbuhan ternak. Ayam pada fase awal pertumbuhan memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan ayam yang telah dewasa. Oleh karena itu, pemberian pakan perlu memperhatikan kebutuhan ternak agar pertumbuhan dan kondisi kesehatannya tetap optimal.
Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat menerapkan teknik pemeliharaan yang lebih baik, bahkan pada skala rumah tangga dengan jumlah ternak yang terbatas. Budi daya ayam kampung yang dikelola secara tepat berpotensi menjadi sumber protein hewani bagi keluarga sekaligus memberikan tambahan pendapatan rumah tangga.
Pencegahan Penyakit Dimulai dari Kebersihan dan Biosekuriti Kandang
Pada sesi berikutnya, drh. Bambang Ariyadi, M.P., Ph.D., dosen Fapet UGM, memberikan edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit pada ayam kampung.
Bambang menjelaskan berbagai faktor yang dapat menyebabkan masuk dan menyebarnya penyakit pada ternak ayam. Bibit penyakit dapat terbawa melalui manusia, pakaian dan alas kaki yang terkontaminasi, peralatan kandang, pakan, air minum, maupun hewan perantara seperti burung liar, lalat, serangga, dan tikus.
Ia juga memperkenalkan sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai peternak, antara lain Newcastle Disease (ND) atau tetelo, flu burung atau Avian Influenza (AI), Infectious Bursal Disease (IBD), gangguan pernapasan, koksidiosis atau berak darah, serta penyakit akibat parasit seperti cacing dan kutu.
Dalam upaya pencegahan, Bambang menekankan pentingnya penerapan biosekuriti sederhana, antara lain menjaga kebersihan kandang dan peralatan, membatasi masuknya hewan atau orang yang berpotensi membawa bibit penyakit, memisahkan ayam yang sakit, serta melakukan vaksinasi sesuai kebutuhan dan rekomendasi tenaga kesehatan hewan.
Selain itu, pengelolaan limbah dan kebersihan lingkungan kandang juga menjadi perhatian penting. Penumpukan kotoran dan kondisi kandang yang lembap dapat mendukung perkembangbiakan lalat yang berpotensi menjadi perantara penyebaran penyakit. Oleh karena itu, peternak dianjurkan membersihkan kotoran secara rutin, menjaga alas kandang tetap kering, dan memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik.
Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan budidaya ayam kampung tidak hanya ditentukan oleh pemberian pakan dan pemeliharaan, tetapi juga oleh upaya pencegahan penyakit yang dilakukan secara konsisten.

Salurkan 125 Paket Bantuan Produk Peternakan dan Sembako
Selain kegiatan edukasi, DWP Fapet UGM juga menyalurkan 125 paket bantuan berupa produk peternakan dan sembako kepada masyarakat peserta bakti sosial.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, yaitu PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Ciomas Adisatwa, Pusat Pengembangan Ternak Fakultas Peternakan UGM, serta para donatur dari anggota DWP Fapet UGM.
Dukungan tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan kepedulian sosial sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi keluarga.
Pelaksanaan bakti sosial ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Peternakan UGM untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berbasis pada kebutuhan dan potensi lokal.
Penulis: Rima Amalia
Foto: Margiyono