Caravan Mountaineering Club (CMC) Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) berkolaborasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fapet UGM menyelenggarakan kegiatan konservasi lingkungan pada 19 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 46 peserta ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi konservasi satwa serta pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi produk bernilai guna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan 25 ekor tukik di Pantai Goa Cemara, Bantul. Pelepasan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian penyu yang merupakan salah satu satwa dilindungi. Setiap dua peserta secara bergantian melepas satu ekor tukik ke habitat alaminya sehingga seluruh peserta dapat terlibat secara langsung dalam aksi konservasi tersebut.
Selain menjadi pengalaman yang berkesan, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta peran masyarakat dalam mendukung kelangsungan hidup satwa liar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di kawasan Sawo Kecik dengan pelatihan daur ulang limbah plastik berupa tutup botol menjadi gantungan kunci. Dalam sesi ini, peserta diajak mengolah sampah plastik menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi. Pelatihan tersebut memperkenalkan konsep reduce, reuse, recycle (3R) sebagai salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Pembina Caravan Mountaineering Club Fapet UGM, Ir. Riyan Nugroho Aji, S.Pt., M.Sc., IPM, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada aksi sesaat, tetapi juga bertujuan membangun karakter mahasiswa yang peduli terhadap lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan bahwa pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Pelepasan tukik merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian satwa, sementara pengolahan limbah plastik menjadi produk bermanfaat menunjukkan bahwa sampah masih memiliki nilai jika dikelola dengan baik. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di lapangan, tetapi juga membawa semangat konservasi dan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Riyan, Kamis (16/7).
Melalui kolaborasi ini, CARAVAN Mountaineering Club dan BEM Fapet UGM berharap dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi nyata. Tidak hanya memahami pentingnya konservasi satwa, para peserta juga memperoleh keterampilan mengelola limbah plastik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sumber: Riyan Nugroho dan tim
Editor: Satria