Dari Fapet UGM ke KBRI Kuala Lumpur, Ahmad Romadhoni Siap Perkuat Diplomasi Pendidikan Indonesia

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra,  S.Pt., M.Sc. Ph.D., IPU., ASEAN Eng., kini mengemban amanah baru sebagai Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, sejak April 2026 lalu. Sebelum bertugas di Malaysia, Romadhoni menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapet UGM.

Romadhoni menuturkan, proses hingga dirinya terpilih sebagai Atase Pendidikan bukanlah perjalanan singkat. Ia harus melalui serangkaian tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mulai dari seleksi administrasi, psikotes, kemampuan bahasa Inggris, hingga wawancara.

“Di seluruh dunia terdapat 20 posisi atase pendidikan Indonesia, terdiri dari 19 atase pendidikan dan satu wakil delegasi tetap UNESCO. Untuk posisi Malaysia sendiri, pelamarnya sekitar 17 orang,” ujarnya, Rabu (17/6).

Ia mengaku awalnya harus mempertimbangkan secara matang keputusan mengikuti seleksi tersebut, terlebih saat itu dirinya masih menjabat sebagai Wakil Dekan di Fapet UGM. Namun, arahan dan dukungan para pimpinan serta kesempatan untuk belajar lebih luas mengenai tata kelola pendidikan menjadi motivasi tersendiri.

“Perasaannya campur aduk. Ini bukan hal yang nyaman karena harus meninggalkan posisi sebelumnya. Tetapi saya melihat ini sebagai kesempatan belajar memahami tata kelola pendidikan secara lebih luas, termasuk diplomasi pendidikan,” ungkap pria kelahiran 1981 itu.

Sebagai Atase Pendidikan, ruang lingkup tugas yang diemban Romadhoni tidak hanya mencakup pendidikan tinggi, tetapi juga pendidikan dasar, menengah, termasuk juga pendidikan nonformal bagi warga negara Indonesia di Malaysia. Saat ini terdapat tiga Sekolah Indonesia di Malaysia, yakni Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Sekolah Indonesia Johor Bahu, dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu dengan total sekitar 2.500 siswa.

Selain itu, terdapat pula layanan pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang melayani sekitar 15 hingga 17 ribu peserta didik. Secara keseluruhan, layanan pendidikan Indonesia di Malaysia menjangkau sekitar 22 ribu peserta didik dengan dukungan 600 hingga 700 guru.

Menurut Romadhoni, pengalaman selama menjadi dosen dan Wakil Dekan Akademik Fapet UGM menjadi bekal yang sangat berharga dalam menjalankan tugasnya saat ini.

“Pengalaman mengelola akademik, kurikulum, administrasi, dan manajemen pendidikan di kampus sangat membantu untuk memahami proses bisnis dan tata kelola pendidikan,” kata alumnus Fapet UGM angkatan 1999 tersebut.

Selama bertugas di Malaysia, salah satu fokus utama yang ingin didorong adalah penguatan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia, termasuk persoalan keberlanjutan pendidikan dan administrasi izin tinggal. Ia menilai masih terdapat tantangan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia untuk melanjutkan pendidikan secara berkesinambungan.

“Harapannya program wajib belajar dapat terus berjalan dengan baik, termasuk membantu anak-anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Di sisi lain, Romadhoni juga melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, posisi Atase Pendidikan memiliki peran strategis sebagai jembatan kolaborasi antarperguruan tinggi maupun antarinstansi pendidikan kedua negara.

Ia menambahkan, peluang kerja sama antara UGM, khususnya Fapet UGM, dengan institusi di Malaysia masih sangat terbuka, terutama dalam penguatan jejaring akademik, riset, dan pertukaran sumber daya manusia.

“Tergantung isu yang ingin dikembangkan, tetapi peluang kerja sama itu terbuka lebar. Kami siap memfasilitasi komunikasi maupun penguatan kolaborasi yang diperlukan,” ujarnya.

Melalui amanah baru ini, Romadhoni berharap keberadaannya di Malaysia dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan Indonesia sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui jalur pendidikan.

 

Penulis: Satria

Foto: Istimewa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses