Bermodalkan tabungan beasiswa sebesar Rp500.000, Anjeli Astriani, mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) angkatan 2023, sukses membangun usaha peternakan ayam organik mandiri bernama Bejo Farm di Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Usaha yang berawal dari hobi memelihara ayam ini kini berkembang pesat hingga memiliki ratusan ekor ayam dengan puluhan indukan aktif serta anakan hasil tetasan sendiri. Saat ini Bejo Farm mencatatkan produksi telur harian berkisar antara 15 hingga 20 butir per hari (sekitar 280–392 butir per bulan).
Inovasi Persilangan (Crossbreeding) Ayam Elba dan Mardi
Memanfaatkan ilmu Pemuliaan Ternak yang didapat di bangku perkuliahan, Anjeli menerapkan teknik crossbreeding antara ayam jenis Elba (tipe petelur unggul) dan ayam Mardi (tipe pedaging).
“Ayam Elba itu rajin bertelur hingga 280–300 butir setahun, tapi postur tubuhnya kecil. Sebaliknya, ayam Mardi berbadan bongsor tetapi produksi telurnya standar,” terang Anjeli, Selasa (20/10).
Menurut Anjeli, hasil persilangan keduanya melahirkan keturunan dengan keunggulan ganda, yakni pertumbuhan cepat, postur badan padat sebagai ayam potong, dan keturunan betina yang tetap rajin bertelur, serta memiliki daya tahan tubuh (heterosis) yang lebih kuat terhadap cuaca ekstrem. Selain Elba dan Mardi, Bejo Farm kini juga mengembangbiakkan varietas ayam KUB dan Kuntara 4.
Anjeli menjelaskan untuk menekan biaya pakan pabrikan yang terus melonjak, ia memanfaatkan potensi limbah lokal. Pakan harian rutin diberikan dua kali sehari (pagi dan sore) menggunakan racikan bekatul, sisa makanan layak dari hajatan warga, serta potongan buah musiman seperti mangga atau jambu air.
Tak hanya pakan, sistem kesehatan ternak di Bejo Farm menerapkan prinsip peternakan organik dengan memanfaatkan bawang putih dan daun pepaya. Bawang putih ini bermanfaat sebagai antibiotik alami sehingga dapat meningkatkan imun dan mengatasi ayam yang menyendiri/lemas. Dosis ½ siung untuk ayam dewasa dan ¼ siung untuk ayam muda yang dilolohkan langsung atau dicampur ke pakan saat musim pancaroba.
Sementara daun pepaya segar digunakan sebagai obat cacing dengan cara dicincang dan dicampur ke pakan basah 1–2 kali seminggu untuk membasmi cacing sekaligus meningkatkan nafsu makan.
Sistem Pemasaran dan Kelayakan Usaha
Pemasaran Bejo Farm dilakukan secara fleksibel, mulai dari pembelian langsung di kandang hingga pesanan online via WhatsApp dan Facebook. Produk yang dijual mencakup telur harian, bibit Day Old Chick (DOC), hingga ayam kampung hidup.
Hasil penjualan telur Elba harian terbukti sudah mampu menutup seluruh biaya operasional dan pakan harian. Sementara itu, keuntungan bersih (profit) diperoleh dari sisa penjualan bibit DOC dan ayam kampung hidup.
Anjeli mengakui meskipun sempat mengalami kerugian di awal rintisan akibat kematian anakan ayam karena cuaca pancaroba Klaten yang ekstrem, ia terus mengevaluasi manajemen sanitasi kandang dan perawatan herbalnya.
Ia menegaskan bahwa pencapaian Bejo Farm tidak terlepas dari kombinasi disiplin finansial dan keilmuan Fapet UGM.
“Kalau uang beasiswa ini habis terbuang sia-sia atau cuma FOMO ngikutin tren, apa gunanya? Mending dimanfaatkan jadi hal yang berguna seperti membangun peternakan sendiri,” ungkap Anjeli.
Melalui Bejo Farm, Anjeli membuktikan bahwa penerapan ilmu Nutrisi Pakan, Pemuliaan Ternak, dan Kesehatan Ternak dapat diterapkan secara praktis serta menguntungkan, sekaligus menjadi inspirasi bisnis berkelanjutan bagi generasi muda.

Penulis: Satria