Dukung Peternakan Presisi, Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM Ciptakan Aplikasi Penilai Palatabilitas Hijauan Berbasis AI

Masalah pemborosan pakan akibat hijauan yang tidak disukai ternak masih menjadi tantangan nyata bagi peternak di lapangan. Berangkat dari masalah tersebut, Fauzan Akbar Nugroho, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), mengembangkan aplikasi cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama NutriForage yang mampu menganalisis kualitas dan tingkat palatabilitas (kesukaan) hijauan pakan ternak hanya melalui foto.

Pengembangan aplikasi NutriForage ini diakui Fauzan lahir dari ketertarikannya saat mengikuti mata kuliah Dasar Pemrograman dan Instrumentasi Peternakan yang diampu oleh Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM. Melalui mata kuliah tersebut, Fauzan terdorong untuk mengaplikasikan logika pemrograman dan teknologi instrumentasi modern ke dalam solusi praktis dunia peternakan.

Aplikasi NutriForage memanfaatkan teknologi Computer Vision untuk menganalisis karakteristik fisik hijauan pakan secara instan. Cukup dengan mengunggah foto rumput atau legum melalui kamera telepon pintar, NutriForage akan langsung mengidentifikasi jenis hijauan serta memproses indikator fisiknya, seperti rasio daun terhadap batang, tingkat kematangan atau ketuaan tanaman, hingga kesegaran pakan.

Fauzan menjelaskan bahwa tingkat palatabilitas sangat menentukan efisiensi pakan di lapangan. Pakan dengan kandungan nutrisi tinggi sering kali terbuang sia-sia di palungan karena teksturnya terlalu kaku atau tua sehingga ditolak oleh ternak.

“Selama ini penentuan kualitas fisik hijauan masih dilakukan secara perkiraan visual subjektif oleh peternak. Melalui NutriForage, kami ingin menghadirkan instrumentasi digital yang presisi untuk mengukur Skor Palatabilitas Visual (Visual Palatability Index) secara real-time,” ujar Fauzan, Senin (31/8).

Setelah foto diproses, NutriForage tidak hanya menampilkan persentase tingkat palatabilitas dan identifikasi jenis hijauan, tetapi juga memberikan rekomendasi pengolahan pakan secara praktis. Aplikasi akan memberi petunjuk apakah hijauan tersebut dapat langsung diberikan ke ternak, perlu dicacah (chopper), atau membutuhkan perlakuan tambahan seperti pelayuan dan penambahan molases.

Inovasi NutriForage ini diharapkan dapat mempercepat digitalisasi peternakan (Smart Farming) di tingkat peternak rakyat serta membuktikan bahwa penguasaan pemrograman di kalangan mahasiswa peternakan mampu melahirkan solusi konkrit bagi ketahanan pangan nasional.

 

Sumber: Fauzan

Editor: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses