Estafet Kepemimpinan Fapet UGM: Melanjutkan Pelayaran Menuju Fakultas yang Semakin Unggul dan Berdampak

Memajukan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM bukanlah pekerjaan seorang nakhoda seorang diri. Sebuah kapal tidak akan mampu berlayar hanya dengan satu orang yang mengendalikan kemudi. Diperlukan kerja bersama seluruh awak kapal agar perjalanan dapat berlangsung menuju tujuan yang telah ditetapkan.

Semangat itulah yang mengemuka dalam acara serah terima jabatan Dekan Fapet UGM dari Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. yang mengemban amanah pada periode 2021–2026, kepada Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. yang akan memimpin Fapet UGM untuk periode 2026–2031, Rabu (30/9) di Auditorium drh. R. Soepardjo.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Budi Guntoro menyampaikan bahwa berbagai capaian Fapet UGM selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, bahkan alumni.

“Keberhasilan bukan karya individu. Apa yang kita capai merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh sivitas akademika, termasuk alumni,” ungkapnya.

Menurut Prof. Budi, berbagai ikhtiar yang dilakukan selama masa kepemimpinannya merupakan bagian dari perjalanan panjang Fapet UGM. Termasuk di dalamnya berbagai capaian akademik dan kelembagaan, peningkatan kontribusi dosen, serta bertambahnya profesor yang menjadi bagian dari kekuatan akademik fakultas.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah bersama-sama berkontribusi dalam memajukan Fapet UGM. Prof. Budi juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai dekan terdapat kesalahan maupun kekurangan.

Estafet Bukan tentang Siapa yang Lebih Baik

Sementara itu, Prof. Bambang Suwignyo menegaskan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses estafet untuk memastikan institusi terus bergerak maju.

Menurutnya, setiap capaian yang telah diraih pada periode sebelumnya merupakan pijakan penting bagi kepemimpinan berikutnya.

“Setiap capaian dari pimpinan sebelumnya akan menjadi pijakan bagi penerus untuk melangkah ke depan,” kata Prof. Bambang.

Ia menegaskan estafet kepemimpinan bukan persoalan mengenai siapa yang lebih baik antara pemimpin sebelumnya dan pemimpin berikutnya. Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari kebutuhan institusi untuk melanjutkan apa yang telah baik sekaligus menapaki tahap perkembangan berikutnya.

“Estafet bukan tentang siapa yang lebih baik, tetapi tentang kebutuhan institusi untuk melanjutkan dan menapak lebih baik,” ujarnya.

Mengibaratkan Fapet UGM sebagai sebuah kapal besar, Prof. Bambang menyampaikan kapal tersebut tidak akan dapat berlayar apabila hanya didayung oleh satu orang.

“Kalau kapal didayung hanya oleh satu orang, kapal tidak akan bisa berlayar. Kita membutuhkan kerja sama. Nakhoda memang mengarahkan, tetapi yang menentukan perjalanan kapal adalah kontribusi dari setiap anggota,” ungkapnya.

Karena itu, kolaborasi dengan seluruh sivitas akademika menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai tantangan Fapet UGM ke depan.

Ketua Senat Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Bambang Suhartanto, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Prof. Budi Guntoro atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin Fapet UGM.

Ia berharap serah terima jabatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk membangun semangat baru dalam memajukan Fapet UGM.

Sebelum serah terima jabatan di Fapet UGM, telah dilakukan pelantikan para Dekan baru di lingkungan UGM oleh Rektor bertempat di Bali Senat.

 

Penulis: Satria

Foto: Margiyono & Humas Universitas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses