Fapet UGM Dorong Daya Saing Industri Kulit melalui Teknologi Berkelanjutan

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menyelenggarakan kegiatan Advanced Training in Sustainable Leather Technology sebagai bagian dari program ELEGTEC (Enhancing Sustainable and Green Technology in Indonesia) yang didukung oleh Erasmus+ CBHE. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi industri kulit, pemerintah, serta mitra perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri untuk memperkuat pengembangan teknologi kulit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.

Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro, dalam sambutannya menyampaikan pelatihan ini menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat kolaborasi di bidang teknologi kulit. Menurutnya, teknologi kulit memiliki peran strategis tidak hanya dalam sektor peternakan, tetapi juga dalam pengembangan industri yang lebih luas. Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan produk kulit berkualitas tinggi karena didukung sumber daya ternak yang melimpah, biodiversitas, kapasitas industri yang terus berkembang, serta meningkatnya permintaan pasar global.

Ia juga menyoroti pentingnya isu keberlanjutan dalam industri kulit, seperti pengelolaan limbah, praktik ramah lingkungan, dan pengembangan bahan penyamak alternatif. Tantangan tersebut sekaligus menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri kulit di tingkat internasional.

“Fapet UGM berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri kulit melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,”kata Budi, Senin (22/6).

Sementara itu, Direktur Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Puji Astuti, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi internasional melalui program Erasmus+ yang melibatkan berbagai universitas dan institusi mitra. Selain dilaksanakan di Yogyakarta, rangkaian pelatihan juga akan berlangsung di Sulawesi bersama Universitas Hasanuddin.

Selama empat hari pelatihan, peserta akan mengikuti sesi materi, diskusi, pelatihan teknis, serta berbagi pengalaman bersama para akademisi dan praktisi industri. Menurut Prof. Puji, industri kulit memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan industri nasional, termasuk di Yogyakarta yang memiliki potensi produk kulit berkualitas ekspor.

Namun demikian, industri kulit juga menghadapi tantangan terkait keberlanjutan lingkungan, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan limbah agar mampu memenuhi standar pasar internasional. Oleh karena itu, penerapan teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya berkelanjutan menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menjaga daya saing industri kulit Indonesia.

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan sejumlah pembicara internasional, antara lain Prof. Mehmet Mete Mutlu dan Prof. Hasan Ozgunay dari Ege University Turki, Prof. Maurizia Seggiani dari University of Pisa Italia, serta Dr. Vera Lymperopoulou dari National Technical University Yunani. Melalui pelatihan ini diharapkan terjalin pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan teknologi kulit berkelanjutan di Indonesia maupun dunia.

 

Penulis: Satria

Foto: Margiyono

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses