Fapet UGM Gelar Fapet Berselawat

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar kegiatan Fapet Berselawat pada Selasa (27/10), sebagai salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis ke-57 Fapet UGM. Kegiatan ini menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk memperkuat keimanan sekaligus menambah ilmu melalui lantunan selawat dan tausiah keagamaan.

Hadir sebagai pengisi tausiah, Ustaz Agus Mutolib dari Pondok Pesantren Al Khoir Darutauhid, Grantung, Purworejo, Jawa Tengah. Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan hadrah Manunggaling Rebana UGM dan Majelis Juragan Ngaji Yogyakarta.

Dekan Fapet UGM, Prof. Bambang Suwignyo, menyampaikan bahwa Fapet Berselawat merupakan salah satu agenda yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis fakultas. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini penting untuk memberikan siraman rohani bagi sivitas akademika.

“Fapet Berselawat merupakan salah satu agenda Dies Natalis Fapet yang diselenggarakan setahun sekali. Semakin sering kita mendapatkan siraman rohani, tentu semakin baik. Dengan mendengarkan tausiah, kita berharap dapat menambah keimanan sekaligus memperkaya ilmu,” ungkapnya.

Dalam tausiahnya, Ustaz Agus Mutolib mengajak jamaah untuk menjadikan selawat sebagai amalan rutin dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa setiap orang memiliki keinginan, doa, dan cita-cita yang ingin diwujudkan. Salah satu ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan adalah memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau punya banyak keinginan, doa, dan cita-cita, perbanyaklah membaca selawat. Ada rahasia di balik rahasia, dan salah satu jalannya adalah melalui selawat,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar selawat tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial atau dilakukan ketika menghadiri acara keagamaan saja. Lebih dari itu, selawat perlu menjadi kebiasaan yang dijaga secara konsisten dalam keseharian.

Menurutnya, setiap orang dapat mengambil pelajaran dan ilmu dari Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, kecintaan kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui kebiasaan berselawat serta upaya meneladani ajaran dan akhlak nabi Muhammad SAW dalam kehidupan.

 

Penulis: Satria

Foto: Margiyono

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses