Fapet UGM Perkuat Kerja Sama Akademik dan Riset Internasional melalui Kunjungan ke Australia

Delegasi dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) melakukan kunjungan kerja ke Australia pada 15–19 Juni 2026 guna memperkuat kerja sama akademik dan riset internasional. Delegasi dipimpin Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro bersama Ir. Tian Jihadhan Wankar, Ph.D.

Selama kunjungan, delegasi melakukan pertemuan dengan sejumlah institusi strategis di Australia, di antaranya NT Government, Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA), Northern Territory Livestock Export Association (NTLEA), Charles Darwin University (CDU), serta University of New England (UNE). Selain itu, delegasi juga berkoordinasi dengan Konsulat Republik Indonesia di Darwin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Australia.

Kunjungan tersebut bertujuan membuka sekaligus memperkuat jalur kerja sama strategis antara institusi di Indonesia dan Australia, khususnya di bidang pendidikan tinggi dan peternakan. Fokus kerja sama meliputi pengembangan akademik, penelitian terapan, pertukaran mahasiswa, hingga penguatan jejaring internasional bagi dosen dan peneliti.

Salah satu capaian utama dari kunjungan ini ialah terbukanya peluang pengiriman mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 untuk mengikuti program studi, riset, maupun magang di berbagai institusi mitra di Australia. Delegasi juga membahas potensi program double degree, pertukaran mahasiswa, hingga kolaborasi riset lintas disiplin bersama Charles Darwin University dan University of New England.

Selain itu, kerja sama dengan NTCA yang telah terjalin sejak 2011 juga diperkuat, terutama terkait program magang mahasiswa di peternakan sapi kawasan Northern Territory. Pemerintah Northern Territory turut memberikan dukungan terhadap pengembangan kerja sama Indonesia–Australia di sektor pendidikan dan peternakan.

Prof. Budi Guntoro menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional yang berkelanjutan. “Kolaborasi dengan Charles Darwin University, University of New England, NT Government, dan NT Cattlemen’s Association membuka peluang besar bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk mengakses sumber daya, fasilitas, serta jejaring akademik internasional yang lebih luas,” ujarnya, Jumat (19/6).

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari Konsulat RI di Darwin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Australia agar kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti secara konkret dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak akan menyusun nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) yang mencakup mekanisme seleksi mahasiswa, skema pembiayaan, hingga rencana kolaborasi riset bersama. Program-program tersebut diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat.

 

Sumber: Tian J.W

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses