Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa tingkat magister di kancah internasional. Tim kolaborasi yang terdiri dari mahasiswa Magister Fakultas Peternakan dan Magister Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada berhasil meraih penghargaan Bronze Medal pada ajang 3rd International Student Competition (ISC) 2026.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University bekerja sama dengan International Student Community. Mengangkat tema “Empowering Youth to Create Inclusive & Creative Solution for Global Sustainability Challenges”, ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda dari berbagai negara untuk mencetuskan gagasan inovatif demi keberlanjutan global.
Dalam kompetisi tersebut, tim menyajikan karya ilmiah serta gagasan inovatif bertajuk “MIPROMEAT DETECTOR: A Smart Screening Innovation for Microplastic Risk in Livestock-Based Food Products Toward Sustainable Food Safety in Indonesia”.
Inovasi ini mengintegrasikan pendekatan peternakan dan pertanian modern untuk mengatasi isu keamanan pangan (food safety), khususnya terkait ancaman kontaminasi mikroplastik pada produk peternakan yang kian mengkhawatirkan. MIPROMEAT Detector dirancang sebagai perangkat screening pintar berbasis teknologi Near-Infrared (NIR) Spectrometer dan Hyperspectral Imaging (HSI) yang portable, ramah lingkungan, serta efisien untuk mendeteksi risiko mikroplastik secara cepat dan akurat.
Persaingan Ketat 6 Negara
Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Rangkaian kompetisi diawali dengan pengumpulan esai ilmiah yang diikuti oleh peserta dari 6 negara, yaitu Indonesia, Nigeria, Pakistan, Thailand, Kuwait, dan Sudan.
Setelah melalui tahap seleksi semi-final yang ketat berdasarkan penilaian kualitas karya tulis, esai tim lolos ke babak final. Tahap puncak yang meliputi presentasi ilmiah dan pameran poster digelar secara langsung di Bangkok, Thailand pada 8–9 Agustus 2026.
“Melalui kolaborasi lintas disiplin antara ilmu peternakan dan pertanian, kami berharap inovasi ini tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga dapat terus dikembangkan menjadi solusi nyata bagi sistem keamanan pangan yang inklusif, berkelanjutan, dan aman dari bahaya kontaminasi mikroplastik,” ujar salah satu perwakilan tim dari Fakultas Peternakan UGM, Putri Selvia Nurfebriana, Rabu (2/9).
Keberhasilan ini membuktikan bahwa sinergi riset interdisipliner mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan keberlanjutan global di tingkat internasional.

Sumber: Tim mahasiswa