Peneliti Masaryk University, Republik Ceko, Associate Professor MVDr. Ivona Foitová, Ph.D., mengungkap perilaku orangutan memanfaatkan tumbuhan untuk membantu menjaga kesehatan dalam kuliah umum bertajuk Animal Self-Medication di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Selasa (20/10).
Dalam pemaparannya, Ivona menjelaskan bahwa perilaku pengobatan mandiri pada hewan (self-medication) dapat dilakukan melalui konsumsi maupun penggunaan bahan alami pada tubuh untuk mengurangi dampak patogen dan parasit.
Salah satu temuan yang disampaikan adalah dokumentasi perilaku pengobatan mandiri eksternal pada orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di hutan rawa gambut Sabangau. Orangutan teramati mengunyah daun Dracaena cantleyi hingga menghasilkan busa putih, kemudian menggosokkannya pada bagian lengan atas dan paha selama 15–45 menit tanpa menelan daun tersebut.
Penelitian kolaborasi Indonesia dan Republik Ceko yang telah berlangsung sejak 1995 ini juga mengkaji infeksi parasit pada orangutan serta potensi tumbuhan Indonesia sebagai sumber senyawa antiparasit.
Dalam presentasinya, Ivona menyampaikan bahwa tim peneliti telah mengidentifikasi 23 spesies parasit pada orangutan. Pengujian laboratorium (in vitro) terhadap tumbuhan juga menunjukkan 18 tumbuhan memiliki potensi aktivitas melawan Giardia, parasit yang dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan.
Kajian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kandidat senyawa alami untuk kesehatan sekaligus membantu pemantauan kesehatan populasi orangutan. Penelitian tersebut juga sejalan dengan pendekatan One Health, yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Penulis: Satria
Foto: Margiyono