Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas dan lingkungan kampus melalui kegiatan benchmarking ke Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip), Selasa (13/10). Kegiatan ini mencakup kunjungan ke Teaching Farm serta unit Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), khususnya Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu.
Rombongan tenaga kependidikan (Tendik) Fapet UGM terdiri dari Kepala Kantor Administrasi Fakultas (KKA) Fapet UGM, Nurma Diani Sekarsih, M.B.A., Iswanti, S.E. (pengelola kemahasiswaan), Fitri Febriyanto, A.Md. (sekretaris pimpinan), Ninda Fahrul Hidayah, S.Psi. (pengelola kepegawaian), Pargiyanto (pengelola belanja pegawai), Rr. Adella Alayda Pracoyo, A.Md.Vet. (teknisi laboratorium), Daffa Alif Dhiyaulhaq (pemelihara satwa), Ikhwan Hadianto, S.Pt. (teknisi laboratorium), serta Dito Dwi Atmaja PH. (pemelihara satwa).
Dalam kunjungan ke Teaching Farm, rombongan mempelajari pengelolaan fasilitas peternakan, mulai dari sistem perkandangan hingga manajemen pakan. Berbagai jenis ternak, seperti sapi potong, sapi perah, kelinci, dan ayam broiler, menjadi objek pembelajaran untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan fasilitas dan pemeliharaan ternak.
Selain itu, rombongan mengunjungi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu di lingkungan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip. Pada kesempatan tersebut, peserta mempelajari penerapan aspek K3L, termasuk pemanfaatan peralatan pengolahan sampah menjadi pupuk, serta budidaya maggot sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik.
Daffa Alif Dhiyaulhaq, salah satu peserta benchmarking, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat menjadi bahan pengembangan pengelolaan fasilitas di Fapet UGM.
“Pada kunjungan ke Teaching Farm, kami mendapatkan banyak pembelajaran, mulai dari sistem perkandangan hingga manajemen pakan. Kami juga melihat secara langsung berbagai jenis ternak yang dikelola di sana,” ungkap Daffa.
Ia menambahkan, kunjungan ke unit K3L memberikan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi dan metode pengolahan sampah agar menghasilkan produk yang bermanfaat.
“Kami mempelajari dan melihat secara langsung alat-alat yang digunakan untuk mengolah sampah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan bagi tanaman dan ternak, serta budidaya maggot dan sebagainya. Harapannya, hasil kunjungan ini dapat diadopsi dan dikembangkan di Fakultas Peternakan UGM sehingga membawa dampak positif bagi fakultas,” tambahnya.
Sementara itu, Nurma Diani Sekarsih berharap kegiatan benchmarking ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem pengelolaan sampah di lingkungan Fapet UGM. Melalui pembelajaran langsung dari institusi lain, praktik-praktik yang relevan dapat dikaji lebih lanjut untuk diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi fakultas.
“Melalui kegiatan ini, pengelolaan sampah di lingkungan fakultas diharapkan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan efisien, sekaligus mendukung terciptanya kampus yang berkelanjutan serta ramah lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan benchmarking ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan, tetapi juga langkah awal untuk mengidentifikasi praktik baik yang berpotensi dikembangkan di Fapet UGM. Hasil kunjungan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam meningkatkan pengelolaan Teaching Farm, pemeliharaan ternak, serta pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Penulis: Satria
Foto: Ikhwan