Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang terdiri dari Muhammad Haidillah Farhan, Fauzan Akbar Nugroho, dan Dhiaz Larasati Putri Stillana sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim ini berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus, yakni Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Juara 2 Poster dalam ajang Farmtastic UNS 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-3 Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dengan puncak acara presentasi final dan awarding pada Senin, 18 Mei 2026 secara luring.
Perwakilan tim, Muhammad Haidillah Farhan, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan global, yaitu “Penguatan Sistem Peternakan Presisi Berbasis Inovasi untuk Mendukung Ketersediaan Pangan Bergizi dan Berkelanjutan”. Diikuti oleh berbagai mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, tahapan seleksi berjalan dengan sangat ketat mulai dari pengumpulan abstrak hingga naskah utuh (full paper).
“Dari seluruh usulan karya mahasiswa yang masuk ke panitia, Alhamdulillah, karya kami dinyatakan lolos seleksi administrasi dan substansi ilmiah. Hal ini membawa tim Fapet UGM melaju sebagai salah satu dari 10 finalis nasional yang berhak memaparkan ide di hadapan dewan juri secara langsung,” papar Farhan, Kamis (21/5).
Selain memaparkan materi di hadapan dewan juri, seluruh finalis juga dituntut untuk menyusun dan menyajikan poster ilmiah yang memuat esensi dari hasil riset mereka.
Dalam kompetisi ini, tim Fapet UGM mengambil fokus pada Sub-tema Inovasi Teknologi Pakan Ternak Berkelanjutan. Mereka menawarkan solusi konkret berupa pengembangan inovasi teknologi molekuler melalui nanoenkapsulasi kurkumin dan asam laurat. Langkah ini digagas sebagai strategi mitigasi terhadap paparan Aflatoksin B1 (AFB1) pada ayam broiler, sebuah mikotoksin dari jamur Aspergillus sp. yang kerap mencemari pakan dan merugikan industri perunggasan nasional karena menurunkan performa ternak serta merusak organ hati.
Melalui formulasi partikel berukuran nano, senyawa aktif herbal ini terbukti lebih stabil dari degradasi enzimatik selama proses pencernaan dan mampu diserap secara optimal oleh organ target. Inovasi ini harapannya dapat menjadi feed additive alami masa depan yang aman, efektif, dan bebas residu, sejalan dengan tren industri peternakan modern yang mulai meninggalkan Antibiotic Growth Promoter (AGP).
Berdasarkan akumulasi penilaian komprehensif dari seluruh tahapan lomba, kreativitas gagasan tertulis serta estetika informasi pada poster ilmiah membawa tim Fapet UGM meraih podium kedua pada kedua kategori tersebut.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ganda ini. Penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras komitmen tim, bimbingan intensif dari dosen pembimbing kami, Dr. Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc., serta dukungan moral dari keluarga dan teman-teman di Fapet UGM. Kami berharap inovasi molekuler ini dapat terus dikembangkan agar memberikan kontribusi nyata bagi dunia peternakan dan ketahanan pangan di Indonesia,” ungkapnya.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Fapet UGM tidak hanya unggul dalam pemahaman teori akademik, tetapi juga adaptif dan solutif dalam melahirkan inovasi berbasis riset yang menjawab tantangan industri peternakan yang berkelanjutan.
Sumber: Tim Genzu Mahasiswa UGM