Gagasan inovatif untuk memperkuat ketahanan pasokan telur nasional mengantarkan tiga mahasiswa dari Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih Juara 1 Kategori Esai Ilmiah dalam HIMAPROTER Business Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Produksi dan Teknologi Peternakan (HIMAPROTER) IPB University, Minggu (20/9).
Tim EGGVATE yang terdiri atas Naysilla Njenar Mahesa Prihiryanto, Dini Aruni Karunia Romadhoni, dan Anjeli Astriani mengusung esai berjudul “SMART EGG HUB 5.0: Ekosistem Digital Kolaboratif untuk Memperkuat Ketahanan Pasokan Telur Nasional.”
Menurut Naysilla, gagasan tersebut berangkat dari persoalan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan telur antarwilayah, serta masih terfragmentasinya pemanfaatan teknologi dalam rantai pasok perunggasan. Tim kemudian menawarkan Smart Egg Hub 5.0, sebuah ekosistem digital kolaboratif yang menghubungkan peternak dengan koperasi, mitra pembiayaan, industri, distributor, hingga pasar.
Smart Egg Hub 5.0 dikembangkan melalui enam komponen utama, yaitu Operate, Measure, Finance, Predict, Connect, dan Monetize. Konsep ini tidak hanya mendorong pencatatan digital di tingkat peternak, tetapi juga memanfaatkan data untuk prediksi produksi dan permintaan, akses pembiayaan, pencocokan pasar, hingga pemanfaatan limbah melalui konsep ekonomi sirkular.
Proses penyusunan gagasan tersebut berangkat dari keinginan untuk melihat persoalan peternakan tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari bagaimana produk dapat terhubung dengan pasar dan didukung oleh sistem yang lebih terintegrasi.
“Awalnya kami melihat bahwa persoalan telur bukan hanya tentang bagaimana meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana memastikan telur tersebut bisa terserap dengan baik dan peternak mendapatkan dukungan dalam menjalankan usahanya. Dari situ kami mencoba memikirkan bagaimana teknologi bisa menghubungkan berbagai pihak dalam satu ekosistem,” jelas Naysilla, Kamis (24/9).
Ia menambahkan, proses penyusunan Smart Egg Hub 5.0 menjadi pengalaman bagi tim untuk mengembangkan gagasan yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kondisi nyata di sektor peternakan.
“Bagi kami, kemenangan ini tentu sangat berarti. Selain menjadi apresiasi terhadap ide yang kami kembangkan, proses kompetisinya juga membuat kami belajar bagaimana melihat suatu permasalahan secara lebih luas dan menerjemahkannya menjadi sebuah solusi yang dapat dikembangkan,” ungkapnya.
Ajang HIMAPROTER Business Competition 2026 merupakan bagian dari Animal Science Show Competition (ASSC) 2026 dengan tema “From Local To Global: Empowering Youth Through Sustainable Agribusiness Innovation.” Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta gagasan strategis di bidang agribisnis dan kewirausahaan.
Melalui capaian tersebut, tim EGGVATE UGM menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa dapat diarahkan tidak hanya pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penciptaan ekosistem peternakan yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.
Sumber: Tim EGGVATE