Fapet UGM Perkuat Kapasitas Peternak, 585 Peserta Ikuti Bimtek Budi Daya Kambing dan Domba

Upaya peningkatan kualitas peternakan rakyat terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menunjukkan peran strategisnya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) budi daya dan pengembangbiakan kambing dan domba yang diikuti ratusan peternak dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 2 Fapet UGM sejak Sabtu (4/4) ini diikuti oleh 585 peternak yang tergabung dalam 117 kelompok ternak. Bimtek akan berlangsung secara bertahap hingga 17 Mei 2026 sebagai bagian dari program peningkatan ketersediaan dan mutu benih ternak serta pakan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., Asean Eng., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan subsektor peternakan, khususnya pada sektor ruminansia kecil.

“Fapet UGM memiliki komitmen kuat untuk terus berkontribusi nyata dalam pembangunan subsektor peternakan, tidak hanya di Yogyakarta tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kambing dan domba memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas sebagai sumber protein hewani, tetapi juga sebagai penopang ekonomi rumah tangga serta memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat di masyarakat.

Melalui kegiatan Bimtek ini, Fapet UGM berupaya menghadirkan transfer ilmu dan teknologi yang aplikatif, sesuai dengan kebutuhan peternak dan kondisi lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peternak dalam mengelola usaha ternak secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, Prof. Budi Guntoro juga menekankan pentingnya penerapan prinsip peternakan berkelanjutan, yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta kesejahteraan hewan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, SP., M.Si., menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mendukung peternak memanfaatkan bantuan ternak secara optimal.

“Harapan kami, kambing dan domba yang dikembangkan di Yogyakarta dapat benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Anggota Komisi B DPRD DIY, Yan Kurnia Kustanto, menekankan kemandirian peternak agar tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. Melalui Bimtek, Yan berharap agar bisa dimanfaatkan peternak untuk membangun jejaring serta mengakses berbagai peluang, seperti CSR maupun perbankan.

Bimtek kambing dan domba diadakan pada bulan April-Mei. Bulan April diselenggarakan sebanyak 4 batch dan bulan Mei sebanyak 3 batch. Masing-masing batch diadakan selama 2 hari.

 

Penulis: Satria

Foto: Tim Media Center

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses