Domba Sakub sebagai salah satu sumber daya genetik ternak lokal terus menjadi perhatian dalam upaya pengembangan peternakan berkelanjutan. Penelitian mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Zaenab Nurul Jannah, mengungkap bahwa sistem produksi Domba Sakub di wilayah Village Breeding Center (VBC) Kabupaten Brebes berada pada kategori sangat berkelanjutan.
Temuan tersebut merupakan hasil penelitian disertasi berjudul “Analisis Keberlanjutan Sistem Produksi Domba Sakub di Kabupaten Brebes Jawa Tengah”, yang dipertahankan pada 21 September 2026. Penelitian ini menganalisis keberlanjutan Domba Sakub melalui tiga dimensi utama, yaitu ekonomi, ekologi, dan sosial.
Disertasi Zaenab Nurul Jannah tersebut dipromotori Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dengan Prof. Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si., IPU., ASEAN Eng. dan Prof. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. sebagai ko-promotor.
Hasil penelitian Zaenab menunjukkan nilai Indeks Keberlanjutan Total (Sustainability Index/SI) sebesar 0,91 pada skala 0–1. Nilai tersebut menempatkan sistem produksi Domba Sakub dalam kategori sangat berkelanjutan.
Dari tiga dimensi yang dianalisis, dimensi sosial memperoleh indeks tertinggi, yaitu 0,97, disusul dimensi ekonomi sebesar 0,88 dan dimensi ekologi sebesar 0,86. Hasil tersebut menunjukkan bahwa aspek sosial menjadi salah satu penopang penting keberlanjutan sistem produksi Domba Sakub, sementara dimensi ekologi masih menjadi ruang yang perlu diperkuat.
Penelitian juga menunjukkan bahwa populasi Domba Sakub secara biologis berada dalam kondisi relatif aman, ditandai dengan nilai Natural Increase positif dan Net Replacement Rate lebih dari satu. Namun, realisasi output populasi di wilayah penelitian masih mencapai sekitar 4.860 ekor per tahun, lebih rendah dibandingkan target 6.000 ekor per tahun.
Dari sisi karakteristik ternak, penelitian menemukan adanya dimorfisme seksual yang nyata antara domba jantan dan betina. Populasi juga didominasi pola warna blangkon, sedangkan fenotipe dugul atau tidak bertanduk ditemukan pada betina. Analisis Principal Component Analysis menunjukkan varians kumulatif sebesar 69,6 persen, sementara Body Index sebesar 121,94 menunjukkan karakteristik tipe pedaging solid.
Pada aspek sosial ekonomi, sistem produksi Domba Sakub didominasi peternakan rakyat berskala kecil berbasis rumah tangga. Kinerja reproduksi tercatat sebesar 2,17 anak per induk per tahun, sedangkan kontribusi value added mencapai 11,42 persen. Namun, pendapatan tunai peternak masih relatif terbatas, yaitu sekitar Rp4,9 juta per tahun, karena ternak masih banyak difungsikan sebagai bentuk tabungan atau cadangan ekonomi rumah tangga.
Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan Domba Sakub secara berkelanjutan, khususnya melalui penguatan pengelolaan pakan dan kesehatan ternak, peningkatan akses pasar dan pembiayaan, serta penguatan kelembagaan dan kapasitas peternak. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan populasi sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi peternak.
Penulis: Satria
Foto: Istimewa