Syawalan Jagal Halal UGM, Dorong Penyembelihan Sesuai Syariat dan Higienis

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menggelar kegiatan Syawalan Jagal Halal UGM bersama komunitas Jaringan Jagal Indonesia (JJI) pada Minggu (12/4) di Selesa Fapet UGM. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas jagal halal dalam praktik penyembelihan yang sesuai syariat dan standar higienitas.

Ketua panitia, Hadi Wibowo, menyampaikan kegiatan ini dirancang sederhana namun aplikatif, dengan menggabungkan materi teori dan praktik seperti teknik penyembelihan dan ngelet. Ia menekankan pentingnya proses penyembelihan yang cepat, tepat, dan sesuai syariat agar tidak menyakiti hewan serta menghasilkan daging yang berkualitas.

Dalam praktik di lapangan, Hadi menyoroti masih adanya kesalahan saat proses ngelet, seperti satu ekor domba ditangani oleh banyak orang secara bersamaan sehingga berisiko melukai hewan maupun jagal. “Sebenarnya boleh dilakukan secara berkelompok, tetapi harus bergantian dan terkoordinasi dengan baik,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Jagal Halal UGM, Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., mengatakan kegiatan Syawalan Jagal Halal UGM ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi momentum penting untuk menyatukan visi dalam menjamin kualitas daging kurban. “Kami ingin memastikan setiap jagal memiliki kompetensi teknis yang mumpuni, mulai dari teknik penyembelihan yang cepat sesuai syariat hingga proses ngelet yang higienis, demi menghasilkan daging yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,”

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fapet UGM, Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari diseminasi keilmuan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa penanganan daging tidak berhenti pada proses penyembelihan, tetapi juga mencakup aspek butcher hingga distribusi ke konsumen.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemahaman masyarakat bahwa daging kurban yang diterima harus ditangani secara benar, higienis, dan halal. Peran jagal dan butcher sangat penting dalam memastikan kualitas tersebut,” jelasnya.

Ia juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, peternak, dan jagal dapat terus berlanjut, tidak hanya saat momentum Iduladha, tetapi juga dalam praktik sehari-hari. Menurutnya, penyembelihan hewan yang baik membutuhkan kompetensi, pengetahuan, dan perubahan pola pikir bahwa proses tersebut memiliki standar keilmuan yang harus dipahami.

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY. Selain menjadi agenda rutin, acara ini juga menandai pembukaan rangkaian roadshow JJI ke berbagai daerah, termasuk rencana kegiatan lanjutan di Klaten yang akan mengangkat pelatihan teknis seperti pengasahan alat dan penggunaan peralatan penyembelihan.

 

Penulis: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses