Perkuat Kolaborasi Riset Internasional, Fapet UGM Gelar The 7th IJGS di Thailand

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menyelenggarakan The 7th International Joint Graduate Seminar (IJGS) yang kali ini berlangsung di Maejo University, Thailand, pada Senin (27/4). Kegiatan ini menjadi ajang akademik internasional bagi mahasiswa pascasarjana, dosen, dan peneliti untuk berbagi hasil riset sekaligus memperkuat jejaring ilmiah lintas negara.

International Joint Graduate Seminar (IJGS) merupakan forum ilmiah tahunan yang diinisiasi oleh Fapet UGM sebagai bagian dari komitmen memperkuat kerja sama dengan berbagai universitas di kawasan ASEAN. Sejak pertama kali digelar di Universiti Putra Malaysia (UPM), kegiatan ini terus berkembang dan menjadi wadah strategis bagi mahasiswa magister dan doktor untuk mempresentasikan serta mendiskusikan hasil penelitian terkini di bidang peternakan dan ilmu pertanian.

Penyelenggaraan IJGS ke-7 ini sekaligus menandai keberlanjutan kerja sama akademik antara Fapet UGM dan Maejo University yang selama ini telah terjalin melalui berbagai program kolaboratif, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, hingga publikasi ilmiah internasional.

Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa IJGS tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga ruang strategis untuk membangun kapasitas akademik mahasiswa di tingkat global.

“Melalui IJGS, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa pascasarjana untuk tampil percaya diri dalam forum internasional, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi riset yang berdampak nyata bagi pengembangan peternakan dan pertanian berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (30/4).

Ia menambahkan, konsistensi penyelenggaraan IJGS mencerminkan komitmen Fapet UGM dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

Dalam pelaksanaannya, IJGS ke-7 memiliki sejumlah tujuan utama, antara lain menyediakan forum ilmiah internasional bagi mahasiswa pascasarjana, meningkatkan kapasitas akademik dan kemampuan komunikasi ilmiah, serta mendorong kolaborasi riset lintas negara, khususnya di kawasan ASEAN. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jejaring akademik global serta mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Prof. Budi Guntoro menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan global di sektor peternakan dan pangan.

“Isu ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga keberlanjutan sistem peternakan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi global yang kuat, dan IJGS menjadi salah satu jembatan penting untuk itu,” jelasnya.

Penulis: Satria

Foto: Istimewa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses