Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Kezia Himawari Santosa, berkesempatan mengikuti Six University Initiative Japan Indonesia – Service Learning Program (SUIJI-SLP) 2026 di Jepang pada 19 Agustus–4 September 2026. Program pertukaran mahasiswa berbasis pengabdian masyarakat ini melibatkan enam universitas dari Indonesia dan Jepang.
Dalam program tersebut, Kezia ditempatkan di Takagawa Site di bawah koordinasi Ehime University. Selama kegiatan, ia bersama mahasiswa peserta lainnya berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mengenal potensi desa, khususnya di bidang pertanian, peternakan, produk lokal, wisata, serta budaya setempat.
Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari wawancara dengan warga, mengunjungi kebun dan usaha pertanian lokal, mempelajari peternakan sapi perah di Kinoshita Farm, hingga mengikuti aktivitas bersama anak-anak dan masyarakat. Peserta juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti membersihkan lingkungan sekolah, membantu perawatan kebun, serta mengikuti permainan dan aktivitas budaya bersama warga.
Hasilkan Guidebook dan Video Promosi Desa
Salah satu capaian utama tim Takagawa dalam program ini adalah penyusunan guidebook dan video promosi desa. Kedua produk tersebut dikembangkan melalui wawancara dengan masyarakat, penelusuran lokasi potensial, serta pemetaan kekayaan desa, mulai dari pertanian, produk lokal, wisata alam, hingga sejarah dan budaya.
Luaran tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan potensi Takagawa kepada masyarakat luas sekaligus mendukung upaya revitalisasi desa.
Kezia mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti SUIJI-SLP menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari masyarakat Jepang, membangun jejaring internasional, serta memahami praktik pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SUIJI, koordinator program, JASSO selaku pemberi dukungan beasiswa, masyarakat Takagawa, para sensei, student buddy, serta Fakultas Peternakan UGM yang telah memberikan dukungan dan kesempatan untuk mengikuti program tersebut.
Melalui keikutsertaannya dalam SUIJI-SLP 2026, Kezia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa Fapet UGM yang berani mengambil kesempatan untuk belajar dan berkiprah di tingkat internasional.

Penulis: Kezia