Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (MUNAS ISMAPETI) ke-XXI yang berlangsung pada 28 Maret hingga 2 April 2026. Kegiatan berskala nasional ini mengusung tema “Menata Arah Kepemimpinan Peternakan Indonesia melalui Transformasi Strategis dan Kolaborasi Efektif untuk Mewujudkan Peternakan Unggul.”
MUNAS ISMAPETI merupakan forum tertinggi organisasi Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Forum ini menjadi wadah penting dalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus, merumuskan kebijakan organisasi, serta memilih kepemimpinan baru untuk periode selanjutnya.
Ketua pelaksana, Muhammad Agung Sanjaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada agenda persidangan, tetapi juga dirancang untuk memperkuat kapasitas intelektual dan jejaring mahasiswa peternakan dari seluruh Indonesia.
“Melalui MUNAS ini, kami ingin menghadirkan forum yang tidak hanya menghasilkan keputusan strategis organisasi, tetapi juga mempererat solidaritas dan mendorong kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan sektor peternakan,” ujarnya di sela-sela acara, Rabu (1/4).
Rangkaian kegiatan MUNAS ISMAPETI diawali dengan Opening Ceremony pada 29 Maret di Gelanggang Inovasi Kreativitas UGM. Hari pertama diisi dengan Simposium Nasional dan berbagai lomba ilmiah sebagai wadah pengembangan kompetensi akademik mahasiswa.
Memasuki hari kedua dan ketiga, agenda difokuskan pada sidang pleno MUNAS yang berlangsung di Auditorium Soepardjo Fapet UGM. Dalam forum ini, peserta membahas evaluasi program kerja, perumusan kebijakan organisasi, serta penetapan arah strategis ISMAPETI ke depan.
Panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung seperti field trip ke destinasi wisata di Yogyakarta sebagai upaya mengenalkan potensi daerah dan budaya lokal kepada peserta dari berbagai wilayah.
Di hari terakhir peserta mengikuti campus tour di lingkungan UGM serta kampanye gizi sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang berbasis produk peternakan. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui Closing Ceremony pada 2 April 2026.
Penulis: Satria
Foto: Panitia