Menikmati Olahan Lebaran Secara Bijak untuk Tetap Menjaga Kesehatan

Pada waktu perayaan lebaran ataupun setelahnya, konsumsi olahan daging dan telur tetap tinggi karena banyak keluarga masih menyantap hidangan seperti sate kambing, tongseng, opor ayam, gulai daging, hingga telur balado. Menurut dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., pola konsumsi yang berlangsung beberapa hari sampai minggu ini perlu diperhatikan karena sebagian besar menu Idul Fitri mengandung lemak jenuh, minyak, gula, atau garam yang cukup tinggi.

Endy menjelaskan bahwa konsumsi daging dan telur tidak menjadi masalah selama pengolahannya tidak menambah berat beban metabolik tubuh. “Rendang, opor, ataupun telur balado dan teman-temannya itu sumber protein bagus. Tantangannya muncul ketika dikonsumsi berulang dengan teknik memasak bersantan, digoreng, atau menggunakan bumbu tinggi garam,” terangnya, Rabu (18/3).

Kebiasaan makan hidangan sisa lebaran dari pagi hingga malam, kata Endy, dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah, dan total energi harian tanpa disadari.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Endy menganjurkan masyarakat mulai menyeimbangkan pola makan dengan memperbanyak sayuran, buah, dan air putih serta memberi jeda tubuh dalam mencerna makanan. Ia juga menyarankan memilih metode memasak yang lebih ringan seperti merebus, mengukus, atau memanggang, serta tidak menyajikan daging atau telur setiap waktu.

“Kuncinya bukan menghindari produk ternak, tapi mengatur porsi. Dengan pola makan seimbang, kita tetap bisa menikmati olahan daging dan telur selama dan pasca lebaran dengan aman,” pungkas Endy.

 

Sumber: Endy T

Editor: Satria

Foto: Freepik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses