Munas FPPTPI Tekankan Penyelarasan Tata Kelola dan Kurikulum Hadapi Standar LAM-PTIP

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya penyelarasan tata kelola dan kebijakan perguruan tinggi peternakan dalam menghadapi standar akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Pertanian (LAM-PTIP). Hal ini diungkapkan Budi Guntoro saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Forum Pimpinan Pendidikan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI) di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad), Sabtu (17/1).

Budi Guntoro yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FPPTPI menyampaikan bahwa transformasi akreditasi melalui LAM-PTIP merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan peternakan agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

“Transformasi akreditasi melalui LAM-PTIP merupakan langkah besar dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi pertanian, termasuk peternakan. Standar akreditasi akan lebih berbasis disiplin ilmu, relevan dengan kebutuhan industri, serta mendorong lahirnya lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Budi.

Selain akreditasi, ia menekankan penguatan kurikulum peternakan agar mampu menjawab tantangan digitalisasi, teknologi presisi, keberlanjutan, animal welfare, serta dinamika industri protein hewani. Menurutnya, lulusan peternakan harus kompeten, inovatif, berdaya saing global, dan memiliki soft skills yang unggul.

Di akhir sambutan Budi Guntoro menegaskan peran strategis perguruan tinggi peternakan dalam mendukung program pemerintah, mulai dari peningkatan produktivitas ternak, penguatan perbibitan nasional, hingga ketahanan pangan dan gizi nasional melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga berharap Munas FPPTPI menjadi wadah konsolidasi strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi peternakan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kontribusi nyata bagi pembangunan peternakan nasional.

Penulis: Satria

 

Penulis: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses