Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti program internship atau magang di Jepang. Sebanyak empat mahasiswa angkatan 2023 diberangkatkan untuk menjalani magang di Crest Co., Ltd. selama satu tahun. Mereka adalah Billy Steven Tarigan, Priyo Adi Putro, Revalda Stefani Danela, dan Anisa Tsania Veren.
Dalam program tersebut, Billy Steven Tarigan dan Priyo Adi Putro ditempatkan di peternakan ayam layer, sementara Revalda Stefani Danela dan Anisa Tsania Veren menjalani magang di peternakan babi milik Chiba Pig Co., Ltd.
Setibanya di Jepang, Revalda dan Veren harus menjalani masa karantina selama beberapa hari sebelum memulai aktivitas kerja. Mereka terlebih dahulu melakukan karantina selama tiga hari di hotel dekat bandara untuk beradaptasi dengan perbedaan waktu, cuaca, serta budaya setempat. Setelah itu, mereka melanjutkan karantina selama empat hari di tempat tinggal yang telah disediakan oleh perusahaan.
Setelah masa karantina selesai, keduanya mengikuti orientasi kerja selama tiga hari. Pada hari pertama mereka dikenalkan dengan area peternakan, hari kedua menyaksikan proses vaksinasi ternak, dan hari ketiga melihat kegiatan pemindahan babi dari kandang sapihan menuju kandang penggemukan.
Usai orientasi, mereka mulai terlibat langsung dalam pekerjaan lapangan di peternakan. Salah satu tugas awal yang mereka lakukan adalah membersihkan kandang babi pada fase sapihan.
Revalda dan Veren mengungkapkan bahwa pengalaman pertama kali tiba di Jepang memberikan tantangan tersendiri, terutama dalam hal bahasa dan ritme kerja.
“Kesan kami saat pertama kali sampai di Jepang adalah penyesuaian bahasa yang cukup sulit. Namun, seiring berjalannya waktu kami mulai terbiasa dengan ritme pelafalan orang Jepang,” ujar Veren saat dihubungi Selasa (17/3).
Selain bahasa, ritme kerja yang cepat dan disiplin juga menjadi pengalaman baru bagi keduanya.
“Kami juga harus menyesuaikan dengan ritme kerja orang Jepang yang cepat dan disiplin. Saat ini kami masih dalam tahap penyesuaian, tetapi sangat terbantu oleh orang-orang di sini,” tambah mereka.
Melalui program magang internasional ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung dalam praktik industri peternakan modern sekaligus meningkatkan kemampuan profesional dan adaptasi lintas budaya.
Penulis: Satria