
Lulusan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) diharapkan mampu memberikan solusi strategis terhadap berbagai persoalan peternakan yang masih dihadapi Indonesia. Beberapa tantangan utama yang perlu diatasi antara lain pemenuhan kebutuhan produksi susu dan daging sapi dalam negeri.
“Saat ini, kita baru mampu memenuhi sekitar 20% kebutuhan susu nasional. Sisanya masih bergantung pada impor. Ini adalah tantangan besar yang harus segera dicarikan solusinya,” ujar Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya pada acara Syukuran dan Pelepasan Wisudawan/wisudawati Program Sarjana Periode II Tahun Akademik 2024/2025, Rabu (26/2).
Selain masalah produksi, jumlah insinyur peternakan di Indonesia juga masih terbatas. Prof. Budi Guntoro mendorong lulusan Fapet UGM untuk melanjutkan pendidikan ke Program Profesi Insinyur Peternakan guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang ini. “Saat ini, jumlah insinyur peternakan baru sekitar 1.000 orang. Kita masih membutuhkan lebih banyak SDM yang berkualitas di bidang ini,” tambahnya.
Dekan Fapet UGM juga menekankan bahwa wisuda merupakan langkah awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia baru, termasuk dunia kerja. Peluang kerja bagi lulusan Fapet UGM sangat luas, tidak hanya di industri peternakan, tetapi juga di bidang politik. “Beberapa alumni bahkan telah berhasil menjadi politikus, mulai dari bupati hingga menteri. Kehadiran SDM peternakan di dunia politik sangat penting untuk mengawal isu-isu dan kebijakan terkait peternakan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan, Prof. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., MP., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., melaporkan bahwa jumlah wisudawan pada periode ini sebanyak 49 orang, terdiri dari 28 laki-laki dan 21 perempuan.
Beberapa prestasi menonjol yang diraih oleh para wisudawan antara lain:
- Wisudawan Tercepat: Alya Nur Karima Salsabila, dengan masa studi 3 tahun 4 bulan 8 hari.
- IPK Tertinggi: Ega Felecia Sinulingga, dengan IPK 3,90.
- Wisudawan Termuda: Rasya Syawal Pratama, yang berusia 21 tahun 1 bulan 9 hari.
Dengan prestasi dan potensi yang dimiliki, diharapkan para lulusan Fapet UGM dapat berkontribusi secara signifikan dalam memajukan sektor peternakan di Indonesia, baik melalui inovasi, kebijakan, maupun praktik langsung di lapangan.
Penulis: Satria
Foto: Margiyono