Diversifikasi Produk dan Pasar Kunci Penguatan Ekspor Global Unggas

Industri perunggasan nasional memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada peningkatan ekspor Indonesia. Untuk itu diperlukan strategi dan upaya untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan produk perunggasan global.

“Maka perlu penguatan strategi diversifikasi produk dan pasar, pemanfaatan teknologi digital dalam produksi dan distribusi, serta peningkatan sinergi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya,”papar Andri Hanindyo Wibowo, mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM), saat mempertahankan disertasinya berjudul “Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Ayam Ras Indonesia di Pasar Internasional”, Senin (2/2).

Dalam disertasinya Andri menyoroti kondisi surplus produksi ayam ras nasional yang berpeluang dikembangkan untuk pasar ekspor. Pada 2024, Indonesia tercatat mengalami surplus daging ayam ras dan telur ayam ras, yang apabila tidak diimbangi dengan perluasan pasar, berpotensi menekan harga di tingkat peternak.

Penelitian ini menganalisis data ekspor produk ayam ras Indonesia periode 2014–2023 dengan menggunakan berbagai pendekatan, antara lain Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamic (EPD), Market Share Index (MSI), Gravity Model, Porter’s Diamond, dan analisis SWOT. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan, dan UN Comtrade, serta didukung data primer dari pelaku industri dan pemangku kebijakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk ayam ras Indonesia memiliki tren ekspor yang positif dan telah dipasarkan ke 39 negara. Produk ayam hidup menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 65 persen dari total nilai ekspor. Sejumlah produk ayam ras juga terbukti memiliki keunggulan komparatif dan potensi pengembangan di pasar internasional.

Lebih lanjut, hasil analisis menunjukkan bahwa faktor jarak geografis dan kondisi ekonomi negara tujuan memengaruhi kinerja ekspor. Dari sisi daya saing industri, strategi dan struktur perusahaan serta dukungan kebijakan pemerintah, khususnya penyederhanaan prosedur ekspor, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing produk ayam ras Indonesia.

Hadir dalam sidang ujian disertasi tertutup, yaitu Prof. Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., (promotor), Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng., Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., (ko-promotor), Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra,  S.Pt., M.Sc. Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dan Ir.Mochamad Sugiarto,SPt.,MM.,PhD., IPU., ASEAN Eng.

Penulis: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses