Atasi Overload Sampah, Warga Sardonoharjo Mulai Olah Sampah Organik dari Rumah Dibimbing Kader Lingkungan Fakultas Peternakan UGM

Sebagai tindak lanjut dari program workshop pengolahan sampah SLI Project 2025: Community Driven Waste Management and Circular Economy in Yogyakarta, diselenggarakan rangkaian kegiatan workshop action plan yang berlangsung pada 14 Januari hingga 14 Maret 2026. Program ini dilaksanakan secara serentak oleh para peserta workshop yang sebagian besar berasal dari Kalurahan Triharjo dan Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Salah satu implementasi program berlangsung di Kalurahan Sardonoharjo. TPS3R Brama Muda menggandeng masyarakat pelanggan layanan sampah serta pemerintah Kalurahan Sardonoharjo untuk mulai mengolah sampah organik secara mandiri dari rumah. Inisiatif ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi TPS3R yang saat ini mengalami overload sampah organik.

Dalam kegiatan tersebut, CircuLife bersama PIAT UGM serta kader lingkungan dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah sampah organik menggunakan metode ember tumpuk. Metode ini dinilai praktis dan mudah diterapkan di tingkat rumah tangga serta dapat membantu mengurangi volume sampah organik yang masuk ke TPS3R.

Melalui program ini, sekitar 100 warga menerima bantuan paket ember tumpuk beserta bahan-bahan pendukung untuk memulai kegiatan pengomposan dari rumah.

Narasumber dari PIAT UGM, Pipit Noviyani, S.Si menyampaikan bahwa terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik, namun metode ember tumpuk menjadi salah satu yang paling direkomendasikan untuk skala rumah tangga.

“Ada banyak metode untuk mengolah sampah organik. Namun untuk skala rumah tangga, metode ember tumpuk menjadi salah satu yang paling direkomendasikan karena sederhana, tidak membutuhkan lahan luas, dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat,” jelas Pipit.

Program ini juga melibatkan kelompok pemuda yang tergabung dalam Paguyuban Dayakan 56 untuk melakukan monitoring dan pendampingan terhadap warga dalam pelaksanaan program. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat secara konsisten mengolah sampah organik dari rumah.

Dukungan juga datang dari pemerintah kalurahan. Perwakilan dari Kalurahan Sardonoharjo, Anang Setiawan, menyampaikan bahwa pemerintah kalurahan telah mulai memberlakukan aturan terkait pengelolaan sampah untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Kalurahan Sardonoharjo sudah mulai memberlakukan aturan terkait pengelolaan sampah. Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengelola TPS3R, tetapi juga tanggung jawab bersama,” ujar Anang.

Di wilayah lain di Sardonoharjo, CircuLife juga berkesempatan mengunjungi UMKM Boronia milik Dr. Arundati Shinta, M.A, dosen Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam pengelolaan sampah.

“Mengajak masyarakat untuk mulai mengolah sampahnya sendiri bukan hal yang mudah. Perubahan perilaku membutuhkan kesadaran dan kemauan dari setiap individu,” ungkap Arundati Shinta.

Ia menambahkan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Keberadaan peraturan dan sanksi memang dapat membantu mendorong perubahan, namun kesadaran masyarakat serta penerimaan bahwa sampah merupakan tanggung jawab pribadi menjadi kunci penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pengolahan sampah yang ada saat ini.

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mulai mengambil peran aktif dalam mengelola sampah dari sumbernya. Pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat, pemerintah kalurahan, pemuda, serta akademisi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan mendukung ekonomi sirkular di tingkat lokal.

 

Penulis: Rima Amalia

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses