Konsep Close Loop Peternakan Jadi Kunci, Fapet UGM Bekali Peternak Kambing-Domba Lebih Efisien dan Berkelanjutan

Konsep close loop atau sistem peternakan terintegrasi menjadi sorotan utama dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) agribisnis kambing dan domba yang digelar di Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada, Rabu-Kamis (8-9/4). Melalui pendekatan ini, peternak didorong untuk mengelola usaha secara menyeluruh dari hulu hingga hilir dengan prinsip tanpa limbah dan berbasis keberlanjutan.

Narasumber kegiatan, Sufiyan Tsauri dari Perserikatan Peternak Kambing Domba Yogyakarta (PPKDY), menjelaskan bahwa sistem close loop mampu menjawab berbagai persoalan klasik peternakan rakyat yang masih bersifat tradisional. Sistem ini mengintegrasikan seluruh sumber daya, mulai dari penyediaan pakan, budidaya, hingga pengolahan hasil.

“Dengan sistem terintegrasi, peternak tidak hanya bisa menekan biaya produksi, tetapi juga menambah sumber pendapatan serta meningkatkan efisiensi usaha,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penerapan sistem ini juga memberikan dampak luas, baik secara ekonomi maupun sosial. Dari sisi ekonomi, peternak berpeluang meningkatkan kesejahteraan melalui stabilitas pendapatan. Sementara dari sisi sosial, sistem ini mampu membuka lapangan kerja baru dan mendorong kemandirian desa.

Selain itu, Sufiyan juga mengupas berbagai model usaha peternakan kambing dan domba yang dapat dikembangkan, seperti breeding, penggemukan (fattening), hingga produksi susu. Ia menekankan pentingnya pemilihan indukan berkualitas, manajemen pakan yang tepat, serta perawatan kesehatan ternak sebagai kunci keberhasilan usaha.

Dalam aspek perencanaan, peternak juga diingatkan untuk memperhatikan kesiapan lahan, desain kandang yang sesuai standar kenyamanan ternak, serta perencanaan keuangan yang matang, baik untuk investasi maupun operasional. Tidak kalah penting, penguatan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dan sikap profesional menjadi faktor penentu keberlanjutan usaha.

Kegiatan bimtek ini merupakan bagian dari upaya Fapet UGM dalam memberdayakan peternak agar lebih adaptif terhadap perkembangan agribisnis modern. Di bagian akhir kegiatan, peserta juga diajak berbagi pengalaman seperti di lokasi kandang dan rumah produksi Fapet.

Bimtek yang diadakan oleh Fapet UGM bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini diadakan pada bulan April-Mei. Bulan April diselenggarakan sebanyak 4 batch dan bulan Mei sebanyak 3 batch. Masing-masing batch diadakan selama 2 hari.

 

Penulis: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses