Dekan Fakultas Peternakan Dorong Generasi Muda Jadi Motor Swasembada Protein Hewani

Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengajak generasi muda bergerak sebagai pelopor swasembada protein hewani, menjadikan daging dan susu berkualitas sebagai fondasi kekuatan bangsa.

Ketua Badan Kejuruan Teknik (BKT) Peternakan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ini menegaskan peran krusial generasi muda Indonesia dalam mewujudkan swasembada protein hewani.

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka sarasehan nasional yang digelar di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Kamis (15/1). Acara dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi, asosiasi profesi peternakan, BUMN, dan pihak industri dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Budi mengingatkan bahwa swasembada protein hewani bukan sekadar target produksi, melainkan fondasi penting bagi ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat.

“Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor dalam memastikan pasokan protein hewani berkualitas bagi bangsa ini. Tanpa keterlibatan aktif mereka, target swasembada daging, susu, dan produk peternakan lainnya tidak akan tercapai,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan sistem produksi peternakan harus dilakukan melalui beberapa strategi utama. Pertama, peningkatan produksi ternak dan efisiensi manajemen pakan yang berbasis pada inovasi ilmiah dan teknologi modern.

Kedua, optimalisasi teknologi reproduksi dan kesehatan hewan untuk memastikan keberlanjutan produksi. Ketiga, modernisasi sarana dan prasarana peternakan serta penerapan digitalisasi dan otomasi dalam operasional sehari-hari.

Ia juga menekankan bahwa inovasi teknologi dalam industri peternakan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar sektor ini mampu bersaing di tingkat global.

“Ilmu masa depan terletak pada teknologi. Generasi muda harus kita persiapkan dengan pengetahuan digital, otomasi, dan mekanisasi, sehingga mereka siap menjadi penggerak utama sektor peternakan di Indonesia,” lanjutnya.

Sarasehan ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, profesional, dan dunia usaha. Prof. Budi menegaskan bahwa setiap anggaran pemerintah, sebesar apapun, hanya akan berdampak maksimal jika ada kolaborasi lintas sektor.

“Anggaran Rp 200 Trilliun untuk pengembangan perunggasan di luar Pulau Jawa akan sia-sia jika tidak diikuti transfer teknologi, inovasi, dan praktik terbaik melalui kemitraan berkelanjutan. Di sinilah peran generasi muda menjadi penting sebagai penerus inovasi,” kata Prof. Budi.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari kementerian pertanian, BUMN, asosiasi industri susu dan daging, serta perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk peserta dari Papua, Aceh, Sumatera, dan Jawa.

 

Sumber: https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/ternak/26593-Prof-Budi-Guntoro-Generasi-Muda-Indonesia-Wajib-Jadi-Pelopor-Swasembada-Protein-Hewani

Editor: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses