Laboran Fapet UGM Kembangkan Modul Urban Farming Berbasis Mikro Kredensial Online

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran inovatif melalui partisipasi dalam Program Insentif Pengembangan Modul Kredensial Mikro Dalam Platform Online yang diselenggarakan oleh Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik Universitas Gadjah Mada (DKIA UGM).

Salah satu modul yang dikembangkan berasal dari Laboratorium Ternak Perah dan Industri Persusuan Fapet UGM. Laboran laboratorium tersebut, Muhammad Rio Rafif, S.Pt., mengajukan modul berjudul “Urban Farming: Beternak Kambing Hias dan Unggas Hias Berbasis Perkotaan”. Modul ini disusun untuk memberikan panduan praktis beternak hewan hias secara sederhana dan adaptif di lingkungan perkotaan.

Menurut Rio, modul ini berangkat dari pengalaman pribadi serta pengamatan terhadap praktik urban farming yang berkembang di Kota Yogyakarta. “Program ini terinspirasi dari aktivitas beternak hewan hias yang saya lakukan di rumah, serta beberapa rekan yang mengembangkan usaha serupa dengan skala cukup besar di wilayah perkotaan,” ujarnya, Selasa (6/1).

Dalam pengembangannya, program ini juga melibatkan kolaborasi dengan YT Farm Karangwaru, Yogyakarta, yang telah menerapkan sistem urban farming kambing hias dan unggas hias di tengah kota. Kolaborasi tersebut mencakup proses pengambilan video pembelajaran hingga pengayaan materi modul.

Program Insentif Pengembangan Modul Kredensial Mikro ini menghasilkan luaran berupa materi pembelajaran digital yang dipublikasikan melalui Mikro Kredensial Online atau UGM Online, meliputi video pembelajaran, kuis, serta bahan bacaan. Program ini terbuka bagi dosen dan tenaga kependidikan UGM dengan materi yang bersumber dari perkuliahan, pengalaman praktis, maupun keahlian khusus.

Rio berharap modul yang dikembangkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Harapannya, modul ini dapat diaplikasikan secara sederhana dan mudah oleh siapa saja yang tertarik dengan urban farming, sekaligus mendekatkan masyarakat umum dengan UGM dan Fakultas Peternakan,” jelasnya.

Ke depan, pengembangan modul mikro kredensial seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, memperkuat kolaborasi internal dan eksternal, serta memperluas peran UGM dalam menjawab kebutuhan pembelajaran masyarakat berbasis praktik nyata.

Penulis: Satria

Foto: Margiyono-Istimewa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses