Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih 1st Winner sekaligus Gold Medal pada subtema Food dalam ajang 3rd International Student Summit (ISS) yang berlangsung pada 12–13 September 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Prestasi tersebut diraih oleh Prima Cendekia Nirmala Afiatri dan Bangkit Setiyoko dari Fakultas Peternakan UGM bersama Nattaya Ashri Syahrayad dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM, di bawah bimbingan Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM.
Tim UGM mengusung gagasan “SOSAFE: Integrating Acid Whey”, yaitu inovasi pemanfaatan acid whey atau hasil samping industri susu sebagai bahan pengembangan sosis berkonsep clean label. Melalui fermentasi menggunakan Lactiplantibacillus plantarum S21, acid whey berpotensi dimanfaatkan sebagai biopreservatif alami untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengawet sintetis, khususnya nitrit. Gagasan ini juga dilengkapi dengan aplikasi berbasis machine learning dan QR code untuk mendukung informasi produk, ketertelusuran bahan, serta pemantauan mutu.
Dosen pembimbing tim, Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM., menyampaikan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama dan komitmen mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pangan berkelanjutan. “SOSAFE menunjukkan bahwa hasil samping industri susu dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi ilmu peternakan, teknologi pangan, dan teknologi digital. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan inovasi yang aplikatif dan bermanfaat,” ungkapnya, Rabu (16/9).
Sementara itu, Prima Cendekia Nirmala Afiatri selaku team leader mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih bersama tim. “Penghargaan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain melatih kemampuan dalam menyusun dan mempresentasikan gagasan, kompetisi ini juga mengajarkan pentingnya kerja sama, komunikasi, dan keberanian untuk membawa ide inovatif ke tingkat internasional. Kami berharap SOSAFE dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi industri pangan serta masyarakat,” tutur Prima.
Inovasi SOSAFE sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 9 tentang inovasi dan teknologi, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 17 tentang kemitraan. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UGM mampu menghadirkan gagasan inovatif yang berpotensi mendukung pengembangan pangan yang lebih aman, berkelanjutan, dan bernilai tambah.
Dalam perjalanan akademisnya, kedua mahasiswa Fakultas Peternakan UGM juga memperoleh pendampingan akademik dari dosen pembimbing skripsi masing-masing. Prima Cendekia Nirmala Afiatri dibimbing oleh Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., sedangkan Bangkit Setiyoko dibimbing oleh Prof. Widodo, S.P., M.Sc., Ph.D. Ilmu dari para dosen pembimbing tersebut turut mendukung pengembangan kapasitas akademik dan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan inovatif yang kemudian dibawa ke ajang kompetisi tingkat internasional.
Sumber: Tim mahasiswa