Perkuat Kesiapsiagaan, Fapet UGM Latih Civitas Hadapi Kebakaran

Ketua Tim Kerja Kedaruratan K5L UGM, Nunu Lutfi, S.T., M.Ec.Dev., menegaskan agar kita jangan mengandalkan orang lain untuk membantu saat terjadi kebakaran. Kebakaran terjadi dan akan terus merembet dalam hitungan menit bahkan detik.

“Nah, untuk itu kita perlu tahu ilmunya sekaligus peralatan pemadam kebakaran karena itu terjadi dalam hitungan menit,”kata Lutfi saat menjadi pembicara Pelatihan Pemadaman Kebakaran Civitas Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Jumat (6/2).

Menurut Lutfi api sekecil apa pun tetap harus dipantau. Jangan sampai meskipun oksigennya habis tetapi material di dalamnya masih ada sehingga tetap membahayakan keselamatan. Ia memberikan gambaran 70 persen korban meninggal dunia bukan karena terbakar api, tetapi akibat menghirup asap beracun.

“Kasus kebakaran kantor Terra Drone itu dimulai dari lantai 1 kemudian membesar dan menghasilkan asap tebal hingga lantai atas. Akibatnya banyak korban meninggal akibat menghirup asap beracun,”imbuhnya.

Menurutnya, api tidak muncul tiba-tiba tetapi ada tiga unsur bertemu (disebut teori Segitiga Api), yaitu oksigen, fuel dan heat. Dengan begitu, api akan padam jika salah satu unsur segitiga api dihilangkan.

Dalam konteks pemadaman kebakaran, terdapat tiga metode utama yang dapat dilakukan, yaitu Starvation dengan menghilangkan atau memutus bahan bakar, Smothering dengan mengisolasi oksigen agar api kekurangan udara dan Cooling yaitu dengan menurunkan suhu menggunakan media pendingin seperti air.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengingatkan pentingnya antisipasi dan pengetahuan setiap civitas Fapet UGM untuk memadamkan kebakaran.

“Dengan kegiatan pelatihan ini secara teori dan praktik kita akan tahu bagaimana mengantisipasi dan menangani bencana salah satunya kebakaran,”pesan Andriyani.

Usai pemaparan teori kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan yang dipandu oleh tim Kedaruratan K5L UGM.

Penulis: Satria
Foto: Margiyono

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses