Siham, Mahasiswa Autis Asperger Fakultas Peternakan UGM Berhasil Melaksanakan Sidang Skripsi

Siham Hamda Zaula Mumtaza. Mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Angkatan 2019, yang menyandang Austis Asperger berhasil melaksanakan ujian skripsi, Kamis (29/1). Mahasiswa jalur Bidik Misi asal Jepara ini berhasil mempertahankan skripsinya berjudul Tingkah Laku Harian Domba Ekor Tipis di Pusat Penelitian Ternak Fakultas Peternakan UGM di hadapan tim penguji Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Ir. Riyan Nugroho Aji, S.Pt., M.Sc., IPP. dan Ir. Hamdani Maulana, S.Pt., M.Sc., IPP.

Siham mengaku tidak ada persiapan khusus menghadapi ujian skripsi kali ini. Meski ada beberapa revisi ia mengaku lega. “Ya, agak lega meski ada revisi minor,”tutur Siham usai sidang.

Hal ini juga diakui oleh keluarga Siham yang turut mendampingi selama sidang berlangsung. Mereka adalah Endang Srimurwatiningsih (budhe) dan dr. Ika Fenti (kakak sepupu).

“Sepertinya biasa saja. Gak ada persiapan khusus. Tapi kalau revisi draft skripsi sebelum sidang hari ini memang Siham fokus dan selalu meluangkan waktu,”kata Ika.

Memberikan pendampingan bagi penyandang disabilitas seperti autis memang perlu dilakukan dengan beberapa model atau situasi yang dikondisikan. Dosen pembimbing skripsi, Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng. atau biasa disapa Vitri, menjelaskan orang-orang seperti Siham hanya perlu dipahami.

“Anaknya tekun dan serius dalam penelitian, bahkan sangat detail. Hal-hal detail yang mungkin orang terlewat, Siham mampu mengerti dan memahaminya dengan baik,”kata Vitri yang juga pembimbing akademik Siham sejak 2019, termasuk saat menjabat Kaprodi S1.

Hanya saja diakui dalam penulisan skripsi perlu lebih lama dalam pembimbingan. Namun, secara keseluruhan, diakui Vitri, tidak ada kendala yang berarti karena motivasinya sendiri sudah sangat bagus.

Selama mendampingi Siham, Vitri menilai supporting system yang banyak berperan adalah dari keluarga, terutama pakdhe/budhe dan kakak sepupunya. Selama kuliah di Fapet Siham memang tinggal di rumah pakdhe/budhenya tersebut. Selain itu, Siham juga sangat aktif di Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM dan menjadi role model. ULD UGM sangat mendukung kemajuan studi Siham.

Siham didiagnosis menderita Autis Asperger sejak SD. Mendengar suara keras atau bentakan menjadi momok baginya. Maka tidak heran sehari-hari Siham lebih banyak beraktifitas mandiri tidak melibatkan banyak teman.

Sebagai kampus kerakyatan UGM selalu terbuka bagi siapa pun yang akan menempuh studi di UGM, termasuk penyandang disabilitas seperti Siham. Fapet UGM selain pendampingan juga memberikan dukungan dengan memfasilitasi supporting system dengan menyediakan buddy (teman) atau mentor sekaligus sosialisasi ke dosen maupun civitas akademika Fapet tentang disabilitas.

Penulis: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses