Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih Juara 1 pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dalam Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) XII 2026. Kompetisi yang dilaksanakan pada 31 Maret 2026 ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dengan total sekitar 97 full paper yang diseleksi pada tahap awal.
Tim mahasiswa diketuai oleh Mahendra Rizki Ade Rahman bersama Muhammad Rizki Akbar Putra Pratama, Azizah Zhafirah, dan Ahsana Azizatun Nisa’ di bawah bimbingan Dr. Ir. Muhsin Al-Anas, S.Pt., IPM. Karya inovatif yang diusung berjudul “GUTMOS BOOSTER: Valorisasi Palm Kernel Meal Terfermentasi sebagai Sumber Mannan Oligosaccharides (MOS) dalam Mendukung Performa Ayam.”
Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Musyawarah Nasional ISMAPETI XII 2026 merupakan rangkaian kegiatan berupa kompetisi ilmiah tingkat nasional yang menjadi wadah bagi mahasiswa peternakan se-Indonesia dalam menuangkan ide, gagasan, dan inovasi untuk mendukung pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan dan berbasis teknologi. Kegiatan ini meliputi seleksi abstrak, seleksi naskah full paper, presentasi karya ilmiah, serta penilaian final oleh dewan juri dari kalangan akademisi peternakan.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kekuatan gagasan yang diusung tim dalam mengembangkan teknologi pakan berbasis pemanfaatan limbah agroindustri. Melalui inovasi GUTMOS BOOSTER, tim menawarkan inovasi pengolahan bungkil inti sawit (PKM) menjadi mannan oligosaccharides (MOS) melalui proses fermentasi enzimatik. Produk ini berfungsi sebagai prebiotik yang mampu meningkatkan kesehatan usus, efisiensi pakan, serta performa produksi ayam.
Dalam presentasinya, tim menjelaskan bahwa pemanfaatan PKM memberikan dua keuntungan sekaligus, yaitu meningkatkan nilai tambah limbah industri kelapa sawit serta meningkatkan produktivitas ternak. Suplementasi MOS terbukti mampu meningkatkan bobot badan dan efisiensi konversi pakan pada ayam broiler, serta meningkatkan produksi dan kualitas telur pada ayam layer. Selain itu, MOS juga membantu ternak beradaptasi terhadap cekaman panas yang umum terjadi di wilayah tropis.
Ketua tim, Mahendra Rizki Ade Rahman, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung.
“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi yang aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi sektor peternakan. Kami berharap GUTMOS BOOSTER dapat dikembangkan lebih lanjut hingga dapat dimanfaatkan langsung oleh peternak,” ujarnya, Jumat (10/4).
Selain unggul secara ilmiah, inovasi GUTMOS BOOSTER juga dinilai memiliki potensi implementasi yang tinggi. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa produksi MOS berbasis PKM memiliki prospek yang menjanjikan dengan tingkat pengembalian investasi yang kompetitif serta biaya produksi yang relatif efisien. Hal ini membuka peluang pengembangan industri pakan berbasis sumber daya lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Capaian ini kembali menegaskan kualitas mahasiswa Fapet UGM dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan industri. Keikutsertaan dalam kompetisi nasional tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga sarana penguatan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi tim, serta komunikasi ilmiah.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan sektor peternakan Indonesia. Melalui inovasi seperti GUTMOS BOOSTER, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan produktivitas ternak sekaligus mendukung ketersediaan pangan asal hewan secara berkelanjutan.

Sumber: Tim mahasiswa