Tips Masuk UGM: Cermati Kuota dan Tingkat Selektivitas Prodi

Minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi favorit seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) harus disertai dengan strategi yang matang. Salah satunya yakni dengan mencermati tingkat selektivitas dan kuota atau daya tampung setiap program studi (prodi).

Hal ini mengemuka dalam kegiatan Pengenalan Kampus yang dilakukan oleh ratusan siswa MAN 1 Surakarta saat berkunjung ke Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Selasa (10/2).

Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 1 Surakarta, Suharno, S.H.I., menyampaikan kunjungan ke Fapet ini bertujuan agar siswa memiliki gambaran jelas sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi.

“Kami rutin mengadakan program Pengenalan Kampus agar siswa tahu dan siap melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Karena itu mereka perlu belajar langsung ke kampus favorit seperti UGM,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini cukup banyak lulusan MAN 1 Surakarta yang berhasil diterima di UGM dan tersebar di berbagai fakultas. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa kelas akhir untuk mempersiapkan diri lebih serius.

Dosen Fapet UGM, Ir. Viagian Pastawan, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPP., yang hadir sebagai narasumber memberikan kiat-kiat strategis agar peluang diterima di UGM semakin besar, baik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), maupun Ujian Mandiri (UM).

“Salah satunya dengan melihat kuota dan tingkat selektivitas masing-masing prodi. Jangan hanya berpatokan pada idealisme tanpa strategi,” jelasnya.

Ia mencontohkan, jika pada jalur tertentu tidak diterima di jurusan yang sangat ketat persaingannya, siswa dapat mempertimbangkan prodi lain dengan tingkat selektivitas lebih longgar namun tetap sesuai minat dan kemampuan.

Sementara itu pada sesi tanya jawab para siswa tampak antusias dan aktif bertanya mengenai peluang kerja sama yang ada di Fapet, besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga prospek kerja lulusan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin memahami bahwa masuk UGM bukan hanya soal nilai tinggi, tetapi juga soal strategi memilih prodi dengan mempertimbangkan kuota dan tingkat persaingan.

 

Penulis: Satria
Foto: Margiyono

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses