Penelitian ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Pita Sudrajad, S.Pt., M.Sc., memberikan bukti kuat bahwa sapi SO (Sumba Ongole), PO (Peranakan Ongole) Kebumen, dan Pogasi Agrinak sebagai sumber daya genetik ternak lokal yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
Hal ini ditegaskan oleh Pita Sudrajad saat mempertahankan disertasinya berjudul “Kajian Pola Seleksi dan Sistem Produksi Rumpun serta Galur Sapi Peranakan Ongole di Indonesia berdasarkan Data Genom” dalam ujian tertutup, Senin (12/1) di Fapet UGM. Disertasi Pita ini mengkaji pola seleksi dan sistem produksi sapi Peranakan Ongole (PO) di Indonesia dengan memanfaatkan data genom sebagai pendekatan ilmiah utama.
Menurutnya, sapi PO Kebumen terbukti merupakan populasi sapi keturunan Ongole di Indonesia yang terjaga kemurniannya dengan jarak genetik terdekat terhadap sapi Ongole India. Pola seleksi yang terdeteksi secara genomik selaras dengan sistem produksi pada masing-masing populasi, mengonfirmasi bahwa seleksi dan adaptasi yang terjadi meninggalkan jejak terukur dalam genom.
“Ke depan perlu validasi kandidat gen yang telah teridentifikasi melalui analisis lanjutan pada populasi yang lebih luas. Gen MAP3K1 dan KIF13A yang teridentifikasi sebagai pola seleksi pada banyak populasi (sapi SO, Pogasi Agrinak, dan Ongole) perlu menjadi perhatian,”tutur Pita.
Selain itu, strategi pengembangan yang berbeda diperlukan untuk ketiga populasi, yaitu sapi SO memerlukan fokus pada penambahan variasi genetik, sapi PO Kebumen pada optimalisasi potensi produksi tanpa kehilangan keragaman genetik, dan sapi Pogasi Agrinak pada pengawasan program seleksi agar tidak mereduksi keragaman genetiknya.
Secara kebijakan, diperlukan dukungan untuk mengintegrasikan seleksi genomik ke dalam program breeding secara nasional, diperlukan regulasi untuk melindungi lahan penggembalaan sapi SO di Sumba sebagai wilayah konservasi, pencegahan introgresi genetik pada sapi PO Kebumen, serta replikasi model breeding terstruktur seperti yang telah diterapkan pada sapi PO Kebumen ke wilayah pengembangan sapi lokal lainnya di Indonesia. Selain itu, pola seleksi terarah pada sapi Pogasi Agrinak potensial sebagai model pemuliaan sapi potong di Indonesia.
Ujian tertutup ini menghadirkan tim penguji yang diketuai oleh Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Tim penguji terdiri atas Prof. Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., Prof. Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Prof. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Ir. Tety Hartatik, S.Pt., Ph.D., IPM., Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, S.U., Mifta Pratiwi Rachman, S.Pt., M.Biotech., Ph.D., serta Prof. Dr. agr. Ir. Muhammad Cahyadi, S.Pt., M.Biotech., IPM.
Penulis: Satria
Foto: Istimewa