Membedah Strategi Efisiensi Rantai Pasok Susu Kambing di Jawa Timur

Industri susu kambing di Jawa Timur memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun masih menghadapi persoalan utama pada efisiensi rantai pasok. Hal ini terungkap dalam ujian sidang disertasi doktor Program Studi Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) yang disusun oleh Asmaul Khusna, berjudul “Strategi Peningkatan Efisiensi Rantai Pasok Susu Kambing di Provinsi Jawa Timur”, Rabu (14/1).

Penelitian ini dilakukan di tiga kabupaten sentra produksi susu kambing, yakni Banyuwangi, Lumajang, dan Malang, dengan melibatkan 173 peternak kambing perah serta 22 responden pakar. Studi ini bertujuan mengidentifikasi struktur rantai pasok susu kambing, menganalisis efisiensi pemasaran, mengkaji risiko rantai pasok, serta merumuskan strategi peningkatan efisiensi yang berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok susu kambing di Jawa Timur terbagi dalam empat saluran pemasaran, terdiri atas tiga pola mandiri dan satu pola kemitraan.

“Saluran paling efisien adalah saluran langsung dari peternak ke konsumen, dengan tingkat efisiensi pemasaran mencapai 17,11 persen, margin pemasaran terendah sebesar Rp5.500, serta farmer’s share tertinggi mencapai 81,67 persen. Untuk itu temuan ini menegaskan bahwa semakin pendek rantai pasok, semakin besar keuntungan yang diterima peternak,”kata Khusna.

Sementara itu dari sisi risiko, penelitian menemukan bahwa rantai pasok yang lebih panjang cenderung memiliki risiko lebih tinggi, terutama terkait kualitas susu, distribusi, dan ketidakpastian harga. Saluran pemasaran yang melibatkan banyak perantara tercatat memiliki jumlah risiko paling besar, sehingga berpotensi menurunkan efisiensi dan daya saing produk susu kambing.

Melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP), penelitian ini merumuskan lima strategi prioritas untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok susu kambing. Strategi utama meliputi pengembangan sistem informasi rantai pasok terintegrasi dan transparansi harga, perbaikan sistem kemitraan yang lebih adil, perluasan pemasaran langsung, peningkatan kapasitas dan pelatihan peternak, serta penerapan kontrol mutu susu secara konsisten.

Ujian disertasi ini dihadiri oleh tim penguji yang terdiri dari Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Prof. Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.; Prof. Dr. Ir. Tri Anggraeni Kusumastuti, S.P., M.P., IPM.; Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Ir. Rini Widiati, M.S., IPU.; Prof. Ir. Yustina Yuni Suranindyah, M.S., Ph.D., IPM.; Prof. Dr. Ir. Suci Paramitasari Syahlani, M.M., IPM.; serta Dr. Suci Wulandari, S.P., M.M.

 

Penulis: Satria

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses