Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan peternakan nasional melalui kajian ilmiah mengenai kuda pacu Indonesia. Muhammad Danang Eko Yulianto, mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fapet UGM, melaksanakan ujian disertasi tertutup dengan mengangkat penelitian berjudul “Studi Genetik, Produktivitas, dan Strategi Pengembangan Hasil Grading-Up Kuda Pacu Indonesia”, Rabu (6/5) di Meeting Room Gedung ASLC lantai 3 Fapet UGM.
Dalam disertasinya, Danang meneliti hubungan antara komposisi ras, variasi gen myostatin (MSTN), performa balap, morfometrik tubuh, hingga performa reproduksi kuda pacu Indonesia sebagai dasar pengembangan sistem pemuliaan yang lebih berkelanjutan. Penelitian dilakukan pada 1.596 ekor kuda pacu yang terdaftar di PORDASI pada periode 2012–2023 di berbagai lintasan balap nasional di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi darah Thoroughbred memiliki hubungan positif terhadap tinggi pundak, panjang bahu, kedalaman thoraks, bobot badan, serta peningkatan performa balap kuda pacu. Karakteristik morfometrik tersebut dinilai berpengaruh terhadap efisiensi langkah dan kemampuan locomotion kuda saat berpacu.
Selain itu, penelitian juga berhasil mengidentifikasi tiga SNP (Single Nucleotide Polymorphism) pada gen MSTN yang selama ini dikenal berperan dalam performa atletik kuda pacu. Meski demikian, polimorfisme tersebut belum menunjukkan hubungan fenotipik yang kuat terhadap kecepatan lari maupun ukuran tubuh pada populasi kuda pacu Indonesia yang diteliti.
Danang menjelaskan bahwa pengembangan kuda pacu Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan proporsi darah Thoroughbred, tetapi juga perlu mempertimbangkan aspek adaptasi lingkungan tropis, manajemen pemeliharaan, reproduksi, hingga seleksi berbasis data genetik dan performa.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pemuliaan kuda pacu nasional berbasis evidence-based breeding, termasuk pengembangan roadmap industri kuda pacu Indonesia yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di tingkat regional maupun internasional.
Hadir sebagai tim promotor dan tim penguji dalam sidang tersebut, yaitu Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Prof. Ir. Panjono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, S.U., Prof. Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., Prof. Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si., IPU., ASEAN Eng. dan Mifta Pratiwi Rachman, S.Pt., M.Biotech., Ph.D.

Penulis: Satria