Bella Putri Maharani, S.Pt., mahasiswi Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan (Fapet UGM), melakukan riset inovatif mengenai pemanfaatan nanoenkapsulasi ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) sebagai aditif pakan alami ayam broiler. Bella mempertahankan disertasinya dalam ujian tertutup di Fapet UGM, Jumat (9/1).
Bella mengangkat judul disertasi “Efikasi Nanoenkapsulasi Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) sebagai Aditif Pakan Alami Ayam Broiler”. Hadir sebagai tim penguji, yaitu Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., IPU., ASEAN Eng., (Promotor), Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, (Ko-promotor), drh. Bambang Ariyadi, M.P., Ph.D., (Ko-promotor), Prof. Dr. Ir. Chusnul Hanim, M.Si., IPM., ASEAN Eng., Ir. Rusman, M.P., Ph.D., IPM., Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si., Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP., serta Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Adi Ratriyanto, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng.
Menurut Bella penelitian ini menjadi sangat relevan di tengah pelarangan penggunaan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada industri perunggasan, termasuk di Indonesia. Melalui pendekatan teknologi nano, riset ini menawarkan solusi berbasis sumber daya hayati lokal yang aman, efektif, dan ramah lingkungan.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa nanoenkapsulasi ekstrak daun sungkai (NEDS) memiliki stabilitas tinggi serta kaya senyawa bioaktif seperti fenol, tanin, flavonoid, alkaloid, dan terpenoid. Formulasi optimum NEDS tersusun atas kitosan 67,74 persen, ekstrak daun sungkai 17,97 persen, dan STPP 14,29 persen, dengan ukuran partikel sekitar 178,73 nanometer, sehingga meningkatkan bioavailabilitas senyawa aktif.
Uji in vitro membuktikan NEDS efektif menghambat pertumbuhan bakteri patogen utama unggas, yakni Escherichia coli, Salmonella typhimurium, dan Staphylococcus aureus, termasuk kemampuan menghambat pembentukan biofilm bakteri. Sementara itu, uji in vivo pada 288 ekor ayam broiler jantan selama 35 hari menunjukkan bahwa pemberian NEDS melalui air minum mampu memperbaiki rasio konversi pakan (FCR), meningkatkan bobot badan dan indeks performa, menurunkan kolesterol serta LDL, dan meningkatkan kualitas daging ayam.
“Pemberian NEDS tidak memengaruhi titer antibodi Avian Influenza dan Newcastle Disease, sehingga dinilai aman bagi sistem imun ayam. Sementara dosis 68 mL per liter air minum direkomendasikan sebagai dosis optimal dan berpotensi menjadi growth promoter alami pengganti antibiotik sintetis,”papar Bella.
Melalui riset ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi Fapet UGM dalam pengembangan inovasi pakan berbasis green additive, sekaligus mendukung industri perunggasan nasional yang lebih sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Penulis: Satria
Foto: Istimewa