Teliti Biosekuriti dan Daya Saing Peternak Babi di Delta Mekong, Dua Mahasiswa Asal Vietnam Raih Doktor

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali mencatatkan capaian internasional dengan digelarnya ujian disertasi tertutup Program Doktor Ilmu Peternakan bagi dua mahasiswa asal Vietnam, Senin (16/2). Keduanya adalah Nguyen Hoang Qui, M.Sc. dan Nguyen Thi Anh Thu, M.Sc., yang sama-sama meneliti isu strategis peternakan babi skala kecil di kawasan Delta Mekong, Vietnam.

Nguyen Hoang Qui mengangkat disertasi berjudul “The Competitiveness of Small-Scale Swine Farmers in Mekong Delta, Vietnam”. Penelitiannya menyoroti daya saing peternak babi skala kecil di tengah tantangan fluktuasi harga, ancaman penyakit, keterbatasan akses modal, teknologi, serta tekanan industri skala besar. Studi ini menekankan pentingnya inovasi, praktik budi daya yang kompetitif, serta dukungan kebijakan pemerintah guna memperkuat posisi peternak rakyat dalam rantai pasok industri babi.

Sementara itu, Nguyen Thi Anh Thu mempertahankan disertasi berjudul “The Influence of Biosecurity Management on Economic Sustainability in Smallholder Swine Farming in the Mekong Delta, Vietnam.” Penelitian ini melibatkan 360 peternak babi skala kecil di Provinsi Tra Vinh, Long An, dan Ben Tre. Ia menemukan bahwa faktor sosiodemografis, seperti usia, pengalaman beternak, jumlah tenaga kerja keluarga, ukuran usaha, serta persepsi dan sikap peternak, berpengaruh signifikan terhadap penerapan manajemen biosekuriti.

Menariknya, hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen biosekuriti belum berkorelasi signifikan secara langsung terhadap keberlanjutan ekonomi usaha. Meski demikian, biosekuriti tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas produksi dan pencegahan penyakit, termasuk ancaman African Swine Fever (ASF) yang kerap melanda kawasan tersebut.

Kedua promovendus menempuh studi doktor melalui skema by research sejak 1 Februari 2023 dengan dukungan Faculty of Animal Science International Fellowship Program 2023. Tim promotor keduanya dipimpin Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., bersama Ir. R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta ko-promotor eksternal dari Vietnam. Selama studi, keduanya juga telah memublikasikan artikel pada jurnal internasional bereputasi (Q3).

Dari sisi latar belakang pendidikan, Nguyen Hoang Qui merupakan lulusan Sarjana Kedokteran Hewan dari Tra Vinh University, Vietnam (2018), dan Magister Ilmu Peternakan UGM (2020). Saat ini ia tercatat sebagai dosen di Department of Animal Science and Veterinary Medicine, School of Agriculture and Aquaculture, Tra Vinh University.

 

 

Adapun Nguyen Thi Anh Thu merupakan lulusan Sarjana dan Magister Kedokteran Hewan dari Can Tho University, Vietnam (2013 dan 2015). Ia juga berafiliasi dengan Department of Animal Science and Veterinary Medicine, School of Agriculture and Aquaculture, Tra Vinh University.

Ujian disertasi ini menjadi bukti kontribusi Fapet UGM dalam pengembangan ilmu peternakan di tingkat internasional, khususnya bagi kawasan Asia Tenggara. Riset kedua doktor baru ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan peningkatan daya saing dan penguatan sistem biosekuriti peternakan babi skala kecil di Vietnam, sekaligus memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dan Vietnam.

 

Penulis: Satria

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses