Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang diketuai oleh Prima Cendekia Nirmala Afiatri, dengan anggota Bangkit Setiyoko dan Aisyah Bening Azzahra Putri berhasil meraih penghargaan Juara 2 dalam kompetisi ilmiah “Soedirman Event of Animal Husbandary 9.0” yang diselenggarakan pada 1 Mei – 2 Mei 2026. Acara bergengsi ini berlangsung di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.
Prima Cendekia menuturkan kompetisi dimulai dengan tahap seleksi awal yakni semua peserta diwajibkan untuk mengirimkan proposal yang berfokus pada inovasi berkelanjutan generasi muda dalam pengelolaan sumber daya lokal untuk pencapaian SDGs dan kemandirian pangan. Prima menjelaskan bahwa proposal yang dikirim harus memenuhi standar tertentu dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang ide inovasi yang dapat menjawab tujuan dan tantangan saat ini. Proposal-proposal tersebut kemudian dikurasi oleh dewan juri yang terdiri dari para ahli dan praktisi dosen Unsoed.
“Kurasi dilakukan dengan ketelitian dan objektivitas yang tinggi. Setelah melalui proses yang ketat, terpilih lima besar finalis yang berhasil maju ke tahap berikutnya,” ujarnya di Fapet UGM, Selasa (5/5).
Setelah itu, para finalis diundang hadir di Unsoed untuk menghadapi sesi terakhir yang penuh tantangan, yaitu presentasi solusi inovatif yang telah digagas. “Dalam sesi ini, setiap tim harus menunjukkan kemampuan dan keterampilan dalam pemaparan solusi inovatif mereka terkait SDGs dan ketahanan pangan yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak,” terang Prima.
Tim UGM mampu menunjukkan kreativitasnya dalam merancang sistem pengolahan salah satu limbah peternakan, yakni whey keju menjadi bahan edible film sebagai langkah nyata pengurangan food lost dan food waste sekaligus terintegrasi dengan machine learning apps yang dapat dipantau secara real time agar terjaga transparasi datanya. “Kami sangat bersyukur dapat meraih penghargaan ini. Ini adalah hasil kerja keras tim, bimbingan dan dukungan dari dosen Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc.,IPM, doa dan dukungan keluarga tercinta, serta kontribusi dari rekan-rekan di Fapet UGM. Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus belajar dan berinovasi,” ucapnya.
Menurut Prima, keberhasilan tim UGM ini menjadi bukti bahwa mereka memiliki pemahaman yang baik tentang ilmu peternakan dan mampu berinovasi dalam praktiknya. Prestasi ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi mahasiswa dan Fapet UGM, tetapi juga memberikan dampak positif bagi dunia peternakan dan pangan di Indonesia.
“Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang berprestasi di bidang ini, diharapkan akan ada inovasi-inovasi baru yang terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan,” tutupnya.
Sumber: Tim UGM